Memperoleh Enkapsulat Karotenoid dengan Pembawa Polisakarida setelah Ekstraksi Pelarut Dipercepat dan Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik Skala Pilot dari Produk Samping Tomat Industri
Bagaimana jika kulit tomat yang Anda buang bisa menjadi harta karun karotenoid penyehat? Penelitian baru mengubah limbah tomat industri menjadi bubuk pangan fungsional dengan ekstraksi hijau dan pengeringan semprot.
Pomace tomat—kulit dan biji yang tersisa setelah pengolahan—sering dibuang, padahal kaya akan karotenoid yang bernilai gizi. Para ilmuwan kini menyelamatkan produk samping ini untuk menciptakan bahan fungsional bagi industri pangan. Menggunakan dua teknik hijau pada skala pilot, ekstraksi berbantuan ultrasonik (USAE) dan ekstraksi pelarut dipercepat (ASE), mereka menarik senyawa bioaktif kunci dari limbah tersebut. Kemudian, mereka mengenkapsulasi ekstrak ini dengan pembawa polisakarida seperti maltodekstrin, inulin, atau campuran 1:1, melalui pengeringan semprot. Hasilnya? Bubuk kaya karotenoid dan antioksidan, siap untuk memperkaya makanan. Tim membandingkan ekstrak dan enkapsulat untuk nilai gizi, kandungan karotenoid, total fenolik, kapasitas antioksidan, dan sifat tekno-fungsional. USAE terbukti unggul: enkapsulat mempertahankan lebih banyak karotenoid—nilai rata-rata 254 mg 13-cis-β-karoten, 152 mg all-trans-β-karoten, dan 775 mg likopen per kg berat segar—dibandingkan ASE yang hanya 54, 54, dan 218 mg, masing-masing. Campuran pembawa inulin dan maltodekstrin memberikan hasil terbaik. Penelitian masa depan bertujuan meningkatkan manfaat prebiotik inulin dan memangkas biaya, menjadikan ini solusi berkelanjutan dan sehat.
Poin Kunci
- USAE mempertahankan lebih banyak karotenoid daripada ASE dalam enkapsulat.
- Campuran inulin-maltodekstrin memberikan hasil terbaik sebagai pembawa.
- Pomace tomat menjadi bubuk pangan fungsional melalui ekstraksi hijau.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.