Hidrogel Kitosan/Alginat Baru sebagai Pembawa Ekstrak Kaya Fenol dari Produk Samping Bunga Saffron Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami sebagai Media Ekstraksi Ramah Lingkungan
Saffron adalah rempah termahal di dunia, tetapi produksinya menyisakan ratusan ton limbah—kini sains mengubah sampah itu menjadi harta karun dengan kimia hijau.
Setiap tahun, pertanian saffron menghasilkan ratusan ton limbah tepal, karena hanya stigma yang digunakan. Namun, kelopak yang dibuang itu menyembunyikan kekayaan senyawa fenolik—antioksidan alami dengan potensi komersial nyata. Para peneliti kini menemukan cara untuk mengungkapnya menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NaDES) dan ekstraksi berbantuan ultrasonik, metode yang ramah lingkungan dan hemat biaya.
Dengan metodologi permukaan respons, tim mengoptimalkan proses dan mencapai hasil fenolik serta flavonoid tertinggi hanya dalam 20 menit, dengan daya ultrasonik 180 W dan NaDES 90%. Ekstrak yang dihasilkan menunjukkan aktivitas antioksidan kuat dalam uji DPPH, menegaskan nilai dari sisa bunga ini.
Untuk membuat ekstrak stabil, ekstrak dimuat ke dalam hidrogel kitosan/alginat. Hidrogel ini menunjukkan kapasitas serap dan retensi air yang baik, dan kandungan fenolik total tetap stabil selama simulasi pencernaan usus. Ini berarti senyawa aktif dapat bertahan melalui perjalanan di saluran pencernaan, membuka peluang untuk pangan fungsional atau kosmetik.
Singkatnya, NaDES dikombinasikan dengan ultrasonik mengubah masalah limbah menjadi solusi berkelanjutan. Hidrogel ini segera dapat membawa senyawa bioaktif dari limbah bunga ke piring atau rutinitas perawatan kulit Anda.
Poin Kunci
- NaDES + ultrasonik mengekstrak fenolik dari limbah saffron dalam 20 menit.
- Hidrogel kitosan/alginat menstabilkan ekstrak; TPC stabil dalam pencernaan.
- Metode hijau dan murah mengubah limbah tepal menjadi bahan fungsional.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.