Horizon baru untuk peningkatan pemulihan senyawa fenolik melalui integrasi pelarut eutektik dalam alami dan ekstraksi berbantuan gelombang mikro

Singh N. · Food Bioscience · 2024 · 21 sitasi

Bagaimana jika biji kurma yang sederhana, sering dibuang sebagai limbah, bisa menjadi harta karun senyawa penambah kesehatan? Sebuah studi baru menunjukkan bagaimana ekstraksi berbantuan gelombang mikro dengan pelarut eutektik dalam alami membuka potensi ini.

Biji kurma, produk sampingan yang sering diabaikan dari industri buah kurma, penuh dengan nutrisi dan senyawa bioaktif. Para peneliti telah mengoptimalkan metode ekstraksi berbantuan gelombang mikro (MAE) untuk secara efisien menarik senyawa fenolik berharga ini dari bubuk biji kurma tanpa lemak (DSP). Prosesnya menggunakan pelarut eutektik dalam alami, alternatif hijau untuk pelarut tradisional, membuat ekstraksi lebih berkelanjutan.

Pada kondisi optimal—daya 700 W, 6 menit, suhu 45°C, dan ukuran partikel di bawah 125 mikrometer—tim mencapai hasil yang mengesankan. Kandungan fenolik total mencapai 15,88 mg GAE/g DSP, sementara kandungan flavonoid total adalah 8,51 mg QE/g DSP. Aktivitas antioksidan juga signifikan, dengan nilai ABTS, DPPH, dan FRAP masing-masing 17,93, 61,68, dan 39,74 mmol TE/g DSP.

Studi ini juga mengungkapkan bahwa tiga varietas kurma (Khalas, Fardh, dan Khenaizi) berbeda signifikan dalam profil bioaktifnya. Senyawa fenolik utama yang diidentifikasi termasuk asam benzoat, katekin, asam ferulat, asam kafeat, dan vanilin. Bahkan residu yang tersisa setelah ekstraksi mempertahankan sifat yang berguna, dan ketika baik ekstrak maupun residu dimasukkan ke dalam biskuit, mereka meningkatkan kandungan fenolik dan antioksidan camilan tersebut.

Penelitian ini menyoroti skenario menang-menang: mengurangi limbah pertanian sambil menciptakan makanan fungsional dengan manfaat kesehatan yang ditingkatkan. Ini adalah langkah menuju produksi pangan yang lebih berkelanjutan, mengubah biji sederhana menjadi bahan yang berharga.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.