Pelarut Eutektik Dalam Alami vs. Pelarut Konvensional: Pengaruhnya terhadap Rendemen Kasar, Kadar Mangiferin, Aktivitas Antioksidan, dan Toksisitas pada Ekstrak Buah Mangifera pajang Kosterm.
Bagaimana jika kunci untuk membuka potensi obat dari mangga liar tidak terletak pada buahnya, melainkan pada pelarut ramah lingkungan yang digunakan untuk mengekstraknya? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pelarut eutektik dalam alami mengungguli pelarut tradisional, meningkatkan rendemen dan aktivitas antioksidan.
Jauh di Borneo, buah 'Bambangan' (Mangifera pajang Kosterm.) menyimpan kekayaan antioksidan. Namun, buah yang kurang dimanfaatkan ini sering diabaikan. Kini, para ilmuwan mengajukan pertanyaan penting: pelarut mana yang paling baik mengungkap potensi obatnya? Jawabannya mungkin mengubah ekstraksi ramah lingkungan.
Poin Kunci
- NADES meningkatkan rendemen ekstraksi hingga 37,09%.
- Kadar mangiferin, flavonoid, dan fenolik tertinggi.
- Tidak toksik dan aktivitas antioksidan kuat.
Apakah ini membantu?
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.