Pelarut Eutektik Dalam Alami untuk Ekstraksi Hijau Betulin dari Kulit Kayu Birch: Karakterisasi Kimia dan Evaluasi Aktivitas Antioksidan

Adepoju F.O. · Clean Technologies · 2026 · 1 sitasi

Bagaimana jika kunci untuk membuka harta karun tersembunyi dari kulit kayu birch terletak pada campuran sederhana senyawa alami? Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa campuran kolin klorida dan fruktosa dapat mengekstrak betulin lebih efisien daripada sebelumnya, dengan kekuatan antioksidan yang juga luar biasa.

Selama berabad-abad, kulit kayu birch telah menjadi sumber pengobatan tradisional, tetapi potensi modernnya baru sekarang sepenuhnya digali. Rahasianya? Pelarut eutektik dalam alami, atau NADES, muncul sebagai juara hijau dalam ekstraksi senyawa bioaktif. Dalam studi ini, para peneliti mensintesis delapan pelarut ramah lingkungan ini dan menguji kemampuannya untuk menarik betulin, triterpen berharga, dari kulit kayu birch.

Pemain terbaiknya adalah N4, campuran sederhana 1:1 kolin klorida dan fruktosa, yang menghasilkan 243,32 mg betulin per gram ekstrak kering. Itu lebih dari dua kali lipat hasil dari pesaing terdekatnya, N3, campuran kolin klorida-urea. Tetapi N4 tidak hanya unggul dalam kuantitas—ia juga menunjukkan kualitas yang luar biasa. Ekstrak tersebut menghambat radikal DPPH sebesar 63% dan radikal ABTS sebesar 97%, serta memiliki kandungan fenolik total 12,12 mg GAE per gram.

Lebih dari itu, studi ini menemukan hubungan kuat antara hasil betulin dan aktivitas antioksidan, menunjukkan bahwa NADES tidak hanya mengekstrak lebih banyak tetapi juga mempertahankan bioaktivitas senyawa tersebut. Hal ini menjadikan NADES sebagai alternatif yang menjanjikan dan berkelanjutan untuk pelarut konvensional, membuka jalan bagi teknologi yang lebih hijau dalam valorisasi biomassa dan pemrosesan produk alami.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.