Pelarut Eutektik Dalam Alami untuk Ekstraksi Spilanthol dari Acmella oleracea (L.) R.K.Jansen

Alperth F. · Molecules · 2024 · 5 sitasi

Bagaimana jika rahasia ekstraksi senyawa bioaktif yang lebih hijau dan aman tersembunyi dalam campuran molekul alami? Para ilmuwan baru saja menemukan bahwa campuran sederhana kolin klorida dan propanediol mampu menyaingi kinerja etanol—tanpa toksisitas.

Dalam upaya menuju kimia yang lebih hijau, pelarut eutektik dalam alami (NADES) muncul sebagai alternatif ramah lingkungan untuk pelarut organik tradisional. Campuran donor dan akseptor ikatan hidrogen ini tidak hanya biodegradable tetapi juga tidak beracun, menjadikannya ideal untuk mengekstrak produk alami yang berharga. Namun, hingga kini, belum ada yang mengujinya pada spilanthol, senyawa bioaktif yang ditemukan di kepala bunga Acmella oleracea, yang juga dikenal sebagai tanaman sakit gigi.

Para peneliti menyaring 20 NADES berbasis kolin klorida, membandingkan efisiensinya dengan etanol. Mereka memvariasikan waktu ekstraksi, kadar air, dan suhu, serta mengukur spilanthol menggunakan HPLC-DAD. Hasil terbaik dicapai oleh kolin klorida yang dikombinasikan dengan 1,2-propanediol (rasio molar 1:2, ditambah 20% air), menghasilkan 244,58 µg/mL—hampir identik dengan etanol yang mencapai 245,93 µg/mL. Kombinasi lain yang menjanjikan, kolin klorida dengan metilurea, mencapai 208,12 µg/mL.

Eksperimen lebih lanjut mengungkapkan bahwa waktu ekstraksi memiliki pengaruh minimal, sementara penambahan air di atas 20% menurunkan hasil, dan suhu yang lebih tinggi hingga 80°C meningkatkannya. Temuan ini menunjukkan bahwa NADES dapat menggantikan pelarut beracun dalam produksi ekstrak obat, menawarkan jalan yang lebih aman dan hijau.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.