Pelarut Eutektik Dalam Alami yang Dikombinasikan dengan Karbon Dioksida Superkritis untuk Ekstraksi Kurkuminoid dari Kunyit

Stasiłowicz-Krzemień A. · Pharmaceuticals · 2024 · 24 sitasi

Bayangkan mengekstraksi kekuatan emas kunyit hanya dengan CO2 dan pelarut alami berbasis tanaman—metode baru ini meningkatkan hasil kurkuminoid lebih dari 140 kali lipat dibandingkan CO2 saja.

Senyawa bioaktif kunyit, kurkuminoid, terkenal karena kekuatan antioksidan, anti-inflamasi, dan neuroprotektifnya. Namun, mengeluarkannya dari akar secara efisien dan berkelanjutan telah menjadi tantangan. Sekarang, peneliti menggabungkan dua pelarut hijau—CO2 superkritis dan pelarut eutektik dalam alami (NADES)—dalam satu proses ekstraksi yang secara dramatis meningkatkan hasil.

Dengan menggunakan desain Box-Behnken, mereka mengoptimalkan tekanan, volume CO2, dan suhu. Kemudian, mereka menambahkan NADES mentol-asam laktat sebagai kosolven dengan rasio 1:20 bahan tanaman terhadap NADES. Hasilnya: hasil kurkuminoid 33,35 mg/g, jauh melampaui scCO2 biasa (0,234 mg/g), NADES berbantuan ultrasonik (30,50 mg/g), dan metode berbasis alkohol (22,95–26,42 mg/g).

Ekstraknya tidak hanya unggul dalam kuantitas—ekstrak ini juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dan menghambat enzim kunci seperti asetilkolinesterase dan tirosinase. Uji toksisitas pada organisme akuatik menunjukkan respons yang bergantung pada konsentrasi, dengan Daphnia pulex sangat sensitif, mengisyaratkan perlunya penggunaan yang hati-hati.

Pendekatan hijau satu pot ini tidak hanya memaksimalkan ekstraksi kurkuminoid tetapi juga mempertahankan bioaktivitas, menawarkan jalur berkelanjutan untuk aplikasi nutraseutikal dan farmasi.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.