Pelarut Eutektik Dalam Alami sebagai Alternatif Hijau untuk Mengekstraksi Senyawa Bioaktif dari Takson Sideritis dengan Potensi Aplikasi Kosmetik

Zissi L. · Antioxidants · 2025 · 5 sitasi

Bagaimana jika rahasia kosmetik yang lebih hijau terletak pada campuran sederhana gula, gliserol, dan betaine? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pelarut eutektik dalam alami ini dapat mengungguli etanol tradisional dalam mengekstraksi senyawa penambah kesehatan dari teh gunung.

Lupakan bahan kimia keras—pelarut alami kini menjadi sorotan. Para peneliti menguji lima pelarut eutektik dalam alami (NADES) yang terbuat dari betaine, gliserol, glukosa, urea, asam sitrat, dan sukrosa dibandingkan dengan pelarut konvensional seperti air dan etanol 70%. Misi mereka: menarik senyawa bioaktif dari dua spesies teh gunung, Sideritis clandestina dan Sideritis raeseri, yang dikenal potensi antioksidannya.

Hasilnya mengejutkan. Air terbukti sebagai pengekstrak yang buruk, tetapi kebanyakan NADES—terutama campuran betaine–gliserol–glukosa yang disebut BGG4—menyamai atau bahkan mengungguli etanol dalam mengekstraksi fenolik dan aktivitas antioksidan. Menggunakan HPLC-MS, tim menemukan bahwa ekstrak BGG4 kaya akan asam klorogenat, verbaskosida, dan beberapa glikosida hipolaetin terasetilasi. Meskipun ada perbedaan kuantitatif antara kedua takson tumbuhan dan dibandingkan dengan ekstrak etanol, S. clandestina secara konsisten menghasilkan lebih banyak metabolit sekunder daripada S. raeseri.

Temuan ini mengisyaratkan masa depan yang lebih hijau untuk kosmetik. NADES, terutama BGG4, menawarkan alternatif yang berkelanjutan dan efektif dibandingkan pelarut tradisional, berpotensi membuka jalan bagi produk perawatan kulit ramah lingkungan yang memanfaatkan kekuatan teh gunung.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.