Daun Mangrove Avicennia marina Tua dan Muda yang Diekstraksi dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami: Perbandingan Aktivitas Antibakteri terhadap Propionibacterium acnes
Bagaimana jika obat jerawat selama ini tersembunyi di balik daun mangrove? Sebuah studi baru mengungkap bahwa ekstrak Avicennia marina, terutama dari daun tua, memiliki kekuatan luar biasa melawan bakteri penyebab jerawat.
Jerawat adalah gangguan universal yang dipicu oleh pertumbuhan berlebih Propionibacterium acnes. Saat antibiotik mulai kehilangan pamornya, para ilmuwan beralih ke apotek alami. Mangrove, penjaga garis pantai, dikenal mengandung senyawa antimikroba—tetapi mengekstraksinya secara efektif selalu menjadi tantangan. Hadirlah Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES), alternatif hijau pengganti bahan kimia keras. Dalam studi ini, peneliti menggunakan NADES berbasis asam sitrat-glukosa dengan empat rasio berbeda (1:1, 2:1, 3:1, 4:1) untuk menarik senyawa bioaktif dari daun muda dan tua Avicennia marina. Hasilnya mengejutkan. Kedua jenis daun menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan, tetapi rasio 4:1—dengan asam sitrat tertinggi—terbukti paling efektif. Daun tua mencapai zona inhibisi maksimum 37,38 mm, sementara daun muda mencapai 24,51 mm. Analisis docking molekuler mengonfirmasi bahwa metabolit kunci berikatan kuat dengan protein P. acnes, mendukung hasil laboratorium. Kesimpulannya? Metode ekstraksi ramah lingkungan yang sederhana dapat membuka potensi daun mangrove sebagai pejuang jerawat alami, terutama dengan campuran asam sitrat-glukosa 4:1.
Poin Kunci
- Ekstrak NADES dari daun mangrove efektif melawan bakteri jerawat.
- Rasio asam sitrat-glukosa 4:1 menghasilkan aktivitas antibakteri terkuat.
- Daun tua menunjukkan zona inhibisi lebih besar daripada daun muda.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.