Ekstrak Deep Eutectic Solvent Alami dari Kulit Bawang yang Diperoleh dengan Metode Ekstraksi Berbeda: Bioaksesibilitas dan Sitotoksisitas
Bagaimana jika kulit bawang yang Anda buang ke tempat sampah bisa menjadi harta karun senyawa penyehat? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa teknik ramah lingkungan tanpa pelarut dapat membuka potensi tersembunyinya lebih baik daripada metode tradisional.
Kulit bawang, produk sampingan yang sering dibuang dari pengolahan bawang, sebenarnya kaya akan flavonoid dan senyawa fenolik yang dikenal memiliki potensi antioksidan dan anti-inflamasi. Namun, mengekstraksi bioaktif berharga ini secara efisien merupakan tantangan. Para peneliti membandingkan beberapa metode, termasuk ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE), ekstraksi berbantuan enzim (EAE), dan kombinasinya, semuanya menggunakan pelarut deep eutectic alami (NADES) berbasis kolin klorida dan asam laktat. Mereka membandingkannya dengan ekstraksi konvensional menggunakan metanol 80%.
Metode yang paling menonjol adalah ekstraksi berbantuan ultrasonik-enzim (UEAE), yang memberikan hasil tertinggi: kandungan fenolik total 2581 mg GAE/100 g, kapasitas antioksidan 11.625 mg TE/100 g (CUPRAC) dan 5616 mg TE/100 g (DPPH), serta total fenolik individu 380 mg/100 g. Ini secara signifikan lebih baik daripada metode lain. Ekstrak UEAE juga menunjukkan toksisitas rendah pada sel usus Caco-2, dengan EC50 di atas 1%, yang berarti aman pada konsentrasi yang diuji.
Selain itu, selama simulasi pencernaan, ekstrak UEAE-NADES mempertahankan lebih banyak fenolik daripada ekstrak konvensional, menunjukkan bioaksesibilitas yang lebih baik. Pendekatan ramah lingkungan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi ekstraksi tetapi juga menghasilkan ekstrak yang tidak sitotoksik dan sangat bioaktif. Ini menawarkan jalur berkelanjutan untuk memanfaatkan limbah kulit bawang menjadi makanan fungsional, nutraceutical, dan farmasi—mengubah sampah dapur menjadi aset kesehatan potensial.
Poin Kunci
- Ekstraksi ultrasonik-enzim (UEAE) dengan NADES menghasilkan fenolik dan antioksidan tertinggi.
- Ekstrak UEAE menunjukkan toksisitas rendah (EC50 > 1%) pada sel Caco-2.
- Metode NADES ramah lingkungan meningkatkan retensi fenolik selama pencernaan dibandingkan metanol.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.