Pemodelan dan optimasi ekstraksi berbantuan pelarut eutektik dalam alami untuk karotenoid yang menargetkan lutein dalam pengembangan aditif makanan dari bunga marigold bekas

Joshi A. · Lwt · 2025 · 6 sitasi

Bagaimana jika rahasia pewarna makanan yang lebih aman tersembunyi di balik bunga marigold yang dibuang? Para ilmuwan baru saja mengubah limbah ini menjadi harta karun pigmen alami menggunakan kimia hijau.

Bunga marigold, yang sering dibuang setelah masa keindahannya, kaya akan karotenoid—pigmen alami yang bisa menggantikan pewarna sintetis yang terkait dengan masalah kesehatan pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, mengekstrak senyawa ini biasanya membutuhkan pelarut keras. Hadirlah pelarut eutektik dalam alami (NADES), alternatif hijau yang meniru kimia alami.

Para peneliti menyaring kombinasi kolin klorida dengan glukosa atau asam tartarat sebagai donor ikatan hidrogen. Pasangan pemenang—kolin klorida dan glukosa dengan rasio 3:1—menghasilkan 549,68 μg karotenoid per miligram berat kering bunga. Kemudian, menggunakan model Taguchi dan metodologi permukaan respons, mereka menyempurnakan proses: ultrasonikasi 35 menit, inkubasi pada suhu 25°C selama 2 jam. Kondisi optimal ini meningkatkan hasil menjadi 971,31 μg/mg berat kering—peningkatan yang signifikan.

Karotenoid yang diekstrak tetap stabil di tempat gelap pada suhu −20°C, dan analisis HPLC mengungkapkan lutein sebagai senyawa utama. Uji lebih lanjut menunjukkan ekstrak memiliki sifat antioksidan dan antimikroba yang menjanjikan, menjadikannya kandidat aman untuk pewarna makanan dan nutraceuticals. Pendekatan ini tidak hanya memanfaatkan limbah tetapi juga menawarkan alternatif yang lebih sehat daripada aditif sintetis.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.