Pemodelan ekstraksi hijau senyawa bioaktif dari buah Pilangkasa (Ardisia elliptica Thunb) melalui pendekatan empiris dan pembelajaran mesin
Bagaimana jika kunci untuk membuka kekuatan antioksidan tersembunyi dalam buah terletak pada getaran sonik yang tepat? Sebuah studi baru tentang buah Pilangkasa mengungkap bagaimana ultrasonik dapat secara efisien mengekstrak senyawa berharganya—dan pembelajaran mesin dapat memprediksi prosesnya.
Buah Pilangkasa (Ardisia elliptica Thunb) adalah harta karun senyawa bioaktif, namun potensinya sebagian besar terabaikan. Sekarang, para peneliti beralih ke metode ekstraksi hijau—khususnya ekstraksi berbantuan ultrasonik—untuk memulihkan antioksidan berharga ini secara efisien. Studi ini menguji lima amplitudo sonikasi, dari 0% hingga 100%, selama periode waktu hingga 90 menit, mengukur hasil ekstraksi, total fenolik, dan total antosianin.
Hasilnya mencolok: kekuatan sonikasi sangat mempengaruhi seberapa baik fitokimia dipulihkan. Ekstraksi tercepat terjadi pada 30 menit awal, kemudian mendatar atau sedikit menurun. Untuk memahami data, tim mencocokkan lima model empiris, dengan model orde pertama muncul sebagai yang terbaik antara data aktual dan prediksi. Sementara itu, jaringan saraf tiruan (ANN) memberikan prediksi yang cepat dan akurat tentang proses ekstraksi.
Berdasarkan konstanta laju ekstraksi, amplitudo 50–75% terbukti optimal untuk mengekstrak polifenol dengan hasil tinggi dan kadar total polifenol serta antosianin yang tinggi. Kondisi ini menawarkan jalur yang menjanjikan untuk skala industri pangan, mengubah buah sederhana menjadi sumber antioksidan alami yang kuat.
Poin Kunci
- Amplitudo ultrasonik sangat meningkatkan efisiensi ekstraksi fitokimia.
- Model orde pertama terbaik memprediksi kinetika ekstraksi dari lima yang diuji.
- Amplitudo 50–75% optimal untuk hasil polifenol dan antosianin tinggi.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.