Ekstraksi Rubusoside Berbantuan Gelombang Mikro dari Daun Rubus chingii var. suavissimus Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Terner yang Dapat Didaur Ulang: Optimasi Proses dan Wawasan Mekanistik
Bagaimana jika pemanis dalam teh Anda bisa diekstraksi dengan pelarut yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang, dan bertenaga gelombang mikro? Para ilmuwan baru saja menemukan cara untuk melakukan hal itu.
Rubusoside, senyawa manis dalam daun Rubus chingii, adalah pemanis alami dengan kalori rendah dan keamanan tinggi. Namun, mengekstraksinya secara efisien tanpa merusak lingkungan menjadi tantangan. Sekarang, peneliti mengembangkan metode berbantuan gelombang mikro menggunakan pelarut eutektik dalam (DES) terner — campuran kolin klorida, 1,2-propilen glikol, dan 1,3-butanediol — yang mengungguli ekstraksi air tradisional.
Dengan mengoptimalkan kondisi menggunakan metodologi permukaan respons, mereka mencapai hasil rubusoside 7,89 ± 0,25% pada kadar air 33%, rasio cair-padat 21 mL/g, waktu 6 menit, dan daya 320 W. Tim menggunakan analisis lanjutan seperti FTIR dan potensial elektrostatik untuk mengungkap bahwa DES membentuk interaksi non-kovalen yang kuat dengan rubusoside, terutama melalui ikatan hidrogen dan gaya van der Waals.
Mikroskopi menunjukkan bahwa DES dan gelombang mikro bekerja sama untuk memecah jaringan tanaman, meningkatkan transfer massa. Proses ini tidak hanya ramah lingkungan — tetapi juga dapat didaur ulang. Setelah memisahkan rubusoside dengan resin LX-28, DES tetap stabil selama lima siklus penggunaan ulang, menawarkan jalur berkelanjutan untuk produksi pemanis alami.
Poin Kunci
- DES terner mengungguli ekstraksi air untuk rubusoside.
- Hasil optimal: 7,89% dalam 6 menit microwave.
- DES dapat didaur ulang hingga lima siklus.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.