Optimasi Metodologis Ekstraksi Fluida Superkritis Senyawa Bioaktif Bernilai dari Mikroalga Asidofilik Coccomyxa onubensis

Ruiz-Domínguez M.C. · Antioxidants · 2022 · 22 sitasi

Dapatkah ganggang mungil dari sungai beracun menjadi kunci ekstraksi yang lebih ramah lingkungan? Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menggunakan ekstraksi fluida superkritis untuk membuka senyawa berharga dari Coccomyxa onubensis.

Di jantung sabuk pertambangan Spanyol, air asam Sungai Tinto menyimpan harta karun mikroskopis: ganggang Coccomyxa onubensis. Eukariota ini tumbuh subur di tempat yang jarang dihuni makhluk lain, membawa senyawa bioaktif yang berpotensi untuk nutraceutical dan makanan fungsional. Namun, mengeluarkan senyawa tersebut secara efisien adalah tantangan—sampai sekarang.

Para peneliti beralih ke ekstraksi fluida superkritis (SFE), metode hijau dan hemat energi yang sudah digunakan di berbagai industri. Dengan desain Box–Behnken, mereka menguji bagaimana suhu, tekanan, dan persentase co-solvent etanol memengaruhi ekstraksi. Hasilnya mencolok: co-solvent dan suhu paling berpengaruh, sementara tekanan memainkan peran yang lebih kecil.

Pada 70°C, 40 MPa, dan 50% etanol, ganggang ini mencapai pemulihan lutein maksimum sebesar 66,98%. Sementara itu, ekstrak terkaya fenol—36,08 mg ekuivalen asam galat per gram—dan aktivitas antioksidan puncak (2,237 mmol ekuivalen Trolox per gram) muncul pada kondisi serupa tetapi suhu berbeda (masing-masing 30°C dan 70°C).

Ini bukan sekadar trivia laboratorium. Ekstrak ini berpotensi digunakan dalam makanan, kosmetik, dan produk kesehatan. Lebih penting lagi, SFE menawarkan cara berkelanjutan untuk memanfaatkan mikroba lingkungan ekstrem yang metode hijau belum banyak menjamah. Rahasia sungai itu kini terbongkar.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.