Profil metabolomik fitokimia pericarp jagung ungu dan pemulihan efisiennya dalam pelarut eutektik dalam dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik

Kumar R. · Sustainable Chemistry and Pharmacy · 2025 · 10 sitasi

Bagaimana jika limbah pengolahan jagung menyimpan harta karun senyawa penyehat? Pericarp jagung ungu, produk sampingan yang sederhana, baru saja membuktikan ia dapat menghasilkan pelangi polifenol hanya dalam 10 menit menggunakan pelarut ramah lingkungan.

Perburuan kimia hijau sedang berlangsung, dan studi ini memberikan pukulan telak. Para peneliti beralih ke pericarp jagung ungu, limbah selulosa dari industri jagung, yang dikenal sangat kaya akan senyawa polifenolik. Mereka meracik 19 pelarut eutektik dalam (DES) yang berbeda—generasi baru cairan terbarukan, tidak beracun, dan biodegradable—untuk membuka potensi ini.

Dengan ekstraksi berbantuan ultrasonik, tim menemukan bahwa pelarut ini membentuk ikatan antarmolekul yang kuat, seperti yang ditunjukkan oleh analisis FTIR, yang mengungkap dominasi regangan O–H dan C–H. Profil metabolomik menggunakan UHPLC-MS mengidentifikasi 36 senyawa polifenolik berbeda dalam pericarp. Keajaiban terjadi dengan DES 13, campuran 2:1 gliserol dan asam laktat, yang mengekstrak 27,41 mg antosianin, 240,37 mg tanin terkondensasi, dan 25,52 mg flavonoid per gram pericarp hanya dalam 10 menit.

Ekstraknya tidak hanya melimpah—tetapi juga kuat. Mereka mempertahankan aktivitas antioksidan yang signifikan, dikonfirmasi oleh uji DPPH, ABTS, dan CUPRAC. Pemain kunci termasuk sianidin-3-glukosida, delfinidin, dan sianidin klorida di antara antosianin, plus asam kafeat dan asam ferulat sebagai asam fenolik utama. Yang penting, pilihan pelarut memengaruhi polifenol yang diekstraksi, pola yang divalidasi oleh analisis komponen utama. Metode hijau dan efisien ini dapat mengubah limbah menjadi kesejahteraan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.