Solvent Eutektik Dalam Alami Berbantuan Mekanokimia sebagai Platform Biorefinasi Daun Zaitun: Ekstraksi Senyawa Bioaktif dan Produksi Metana

Cubero-Cardoso J. · Sustainable Chemistry and Pharmacy · 2025 · 7 sitasi

Daun zaitun, produk sampingan besar dari produksi minyak zaitun, akan menjadi tambang emas senyawa berharga dan energi terbarukan—berkat penggiling bola sederhana dan pelarut hijau.

Bayangkan mengubah limbah pertanian menjadi harta karun senyawa bioaktif dan biogas. Itulah yang dicapai para peneliti di Spanyol dengan daun zaitun, produk sampingan dari produksi minyak zaitun. Mereka mengembangkan proses biorefinasi inovatif yang memaksimalkan nilai limbah ini dengan mengekstraksi senyawa fenolik, material lignoselulosa, dan memproduksi metana—semua dalam satu proses.

Rahasia terletak pada teknik gabungan: ekstraksi mekanokimia menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NADES). Berbeda dengan metode konvensional, NADES dibentuk dan digunakan secara bersamaan di dalam penggiling bola. Kondisi optimalnya sangat sederhana: hanya 0,5 gram daun zaitun, 10 mL campuran kolin klorida:glukosa (3:1), dan penggilingan selama 1,1 jam. Ini menghasilkan 14,5 ± 2,9 g/kg fraksi lignoselulosa dan 1,3 ± 0,3 g ekuivalen asam galat per kg senyawa fenolik.

Namun ceritanya tidak berhenti di situ. Limbah daun zaitun sisa kemudian diuji untuk produksi metana. Hasilnya menghasilkan 142 ± 53 mL CH4 per gram padatan volatil—sedikit lebih baik dibandingkan 126 ± 30 mL dari daun yang tidak diolah. Ini menunjukkan bahwa NADES tidak hanya meningkatkan efisiensi ekstraksi tetapi juga meningkatkan potensi energi dari biomassa sisa.

Penelitian ini menyoroti potensi NADES sebagai platform berkelanjutan untuk biorefinasi, mengurangi ketergantungan kita pada pelarut organik berbahaya. Ini adalah kemenangan ganda bagi lingkungan dan ekonomi sirkular.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.