Pendekatan Ekstraksi Hidrotermal Berbantuan pH Rendah untuk Memulihkan Senyawa Bioaktif dari Biji Kurma dan Potensi Aplikasinya dalam Stabilisasi Emulsi

Niroula A. · Journal of Agriculture and Food Research · 2025 · 2 sitasi

Biji kurma adalah harta karun tersembunyi industri makanan—namun sebagian besar berakhir sebagai limbah. Mungkinkah perlakuan air asam sederhana mengubahnya menjadi penstabil emulsi alami?

Biji kurma, produk sampingan besar dari industri kurma, telah lama kurang dimanfaatkan. Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa biji kurma mungkin menjadi kunci emulsi yang lebih hijau dan bersih. Para peneliti menggunakan ekstraksi hidrotermal berbantuan pH rendah—pada dasarnya air panas dan asam—untuk menarik senyawa bioaktif dari biji kurma. Tujuannya? Untuk membuat ekstrak biji kurma (DSE) yang dapat menstabilkan emulsi secara alami, menggantikan aditif sintetis.

Menggunakan desain I-optimal, tim menguji bagaimana waktu ekstraksi, suhu, pH, dan konsentrasi biji memengaruhi hasil polifenol dan ukuran tetesan emulsi. Mereka menemukan bahwa waktu dan suhu meningkatkan kedua hasil tersebut, sementara pH dan konsentrasi biji mengikuti pola kuadratik yang lebih bernuansa. Ekstrak yang dioptimalkan menghasilkan emulsi yang stabil dalam kondisi netral hingga sedikit asam, namun gagal ketika garam ditambahkan.

Ini bukan hanya tentang emulsi yang lebih baik—ini tentang mengubah limbah menjadi nilai. Temuan ini menunjukkan bahwa biji kurma dapat menjadi sumber berkelanjutan untuk bahan fungsional di bidang pangan dan farmasi. Tapi jangan terlalu cepat bersorak: masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk meningkatkan toleransi garam dan membuka potensi penuh DSE dalam produk nyata.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.