Isolasi Kumarin Terfluorinasi Unik dari Biji Cabai Hijau New Mexico: Pendekatan Ekstraksi Hijau Baru dan Bioevaluasi terhadap Gangguan Stres Oksidatif

Faisal A.F. · Food Chemistry Advances · 2025 · 7 sitasi

Bagaimana jika biji yang Anda buang bisa menyimpan rahasia melawan stres oksidatif, kanker, dan peradangan? Biji Cabai Hijau New Mexico, yang sering dibuang sebagai limbah, menyembunyikan kumarin terfluorinasi langka dengan aktivitas biologis yang kuat.

Di ladang kering di Amerika Serikat bagian Barat Daya, cabai hijau New Mexico adalah ikon kuliner. Namun bijinya, yang biasanya dibuang sebagai limbah, kini muncul sebagai harta karun senyawa bioaktif. Para peneliti telah mengisolasi empat kumarin terfluorinasi unik, bernama N1–N4, dari biji ini menggunakan metode ekstraksi termomagnetik kinetik yang berkelanjutan—teknik hijau yang dioptimalkan melalui lima variabel, termasuk pelarut, waktu, suhu, rotasi, dan medan magnet, menghasilkan 243 ekstrak dalam prosesnya.

Di antara senyawa yang dimurnikan, N2 menonjol. Pada sel neuroblastoma SH-SY5Y, senyawa ini secara signifikan mengurangi spesies oksigen reaktif, menunjukkan efek antioksidan yang kuat. Senyawa ini juga menunjukkan aktivitas antikanker yang kuat terhadap sel HeLa dan MCF-7 dengan nilai IC50 yang relatif rendah. Semua kumarin yang diisolasi secara selektif menghambat COX-2 dibandingkan COX-1, mengisyaratkan potensi anti-inflamasi dengan risiko gangguan gastrointestinal yang lebih rendah.

Selain itu, N2 menunjukkan penghambatan moderat terhadap α-amilase dan α-glukosidase, enzim yang terkait dengan diabetes, sehingga menunjukkan kemungkinan manfaat antidiabetes. Studi ini tidak hanya menyoroti biji cabai sebagai sumber senyawa terapeutik yang berkelanjutan, tetapi juga memperkenalkan metode ekstraksi ramah lingkungan untuk penelitian produk alami. Para penulis menyerukan evaluasi praklinis lebih lanjut untuk mengeksplorasi senyawa ini sebagai kandidat farmasi atau nutraceutical.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.