Bioaktivitas In Vitro Astaxanthin dan Peptida dari Hidrolisat Limbah Udang (Parapenaeus longirostris): dari Proses Ekstraksi hingga Evaluasi Efek Biologis, sebagai Aksi Percontohan untuk Strategi 'Dari Limbah Menjadi Keuntungan'

Messina C.M. · Marine Drugs · 2021 · 51 sitasi

Bagaimana jika kulit udang bisa menjadi hal besar berikutnya dalam suplemen kesehatan? Sebuah studi baru mengubah limbah seafood menjadi harta karun senyawa bioaktif.

Setiap tahun, berton-ton kulit udang dibuang sebagai limbah, tetapi mereka menyimpan rahasia: molekul berharga seperti astaxanthin dan peptida dengan manfaat kesehatan yang terbukti. Para peneliti kini telah mengembangkan protokol skala percontohan untuk mengekstrak senyawa ini dari limbah udang, bertujuan mengubah limbah menjadi keuntungan bagi industri nutraceutical dan farmasi.

Menggunakan metode 'hijau', tim mengekstrak astaxanthin dengan minyak ikan, ester etil asam lemak, dan ekstraksi fluida superkritis. Mereka juga memperoleh peptida bioaktif melalui hidrolisis protease. Hasilnya menjanjikan: hasil astaxanthin tertinggi dengan ester etil, dan distilasi jalur pendek memperkaya hingga 114,80 ± 1,23 µg/mL.

Dalam model seluler, astaxanthin dan peptida menunjukkan aktivitas antioksidan dan penghambat ACE. Fraksi peptida di bawah 3 kDa dan 3–5 kDa memiliki efek antioksidan terkuat, sementara fraksi 5–10 kDa unggul dalam penghambatan ACE. Yang menarik, peptida berat molekul rendah dan astaxanthin yang diekstraksi dengan fluida superkritis melindungi sel 142BR dan 3T3 dari kerusakan oksidatif.

Temuan ini menunjukkan bahwa ekstraksi hijau dapat mengubah limbah udang dalam jumlah besar menjadi bahan bioaktif berkualitas tinggi, menawarkan jalur berkelanjutan untuk produk kesehatan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.