Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri secara In Vitro dengan Profil Polifenol dari Kulit Kayu Ceri Liar, Larch Eropa, dan Kastanye Manis
Lupakan apel sehari—bagaimana jika kulit kayu menyimpan rahasia antioksidan besar berikutnya? Kulit kayu kastanye manis baru saja mengungguli tetangga Eropa-nya dalam pertarungan langsung melawan radikal bebas.
Tiga pohon Eropa yang umum—ceri liar, larch Eropa, dan kastanye manis—telah melepaskan kulit kayunya untuk sains. Para peneliti mengekstrak senyawa bioaktif menggunakan metode hijau: etanol air 80% dengan bantuan ultrasonik. Tanpa bahan kimia keras, hanya gelombang suara dan pelarut berbasis air.
Kulit kayu kastanye manis muncul sebagai bintang utama. Kandungan fenol totalnya mencapai 174,25 mg GAE per gram berat kering, dan IC50 DPPH-nya hanya 2,69 μg/mL—artinya mampu menetralkan radikal bebas pada konsentrasi yang sangat rendah. Dalam uji ABTS dan FRAP, ia juga memimpin, menunjukkan daya reduksi yang kuat.
Namun kulit kayu tidak berhenti pada antioksidan. Dalam uji antibakteri, ekstrak kastanye manis menghambat E. coli pada 0,25 mg/mL dan S. aureus pada 1,00 mg/mL (nilai IC50). Tim menggunakan difusi cakram, uji MIC, dan kurva pertumbuhan untuk mengonfirmasi efeknya.
Terakhir, pemrofilan HPLC–MS/MS mengidentifikasi senyawa polifenol yang bertanggung jawab atas aktivitas tersebut. Ekstrak kaya akan antioksidan alami, menjadikannya kandidat aditif alami yang menjanjikan untuk industri makanan. Siapa sangka kulit kayu bisa begitu berharga?
Poin Kunci
- Kulit kayu kastanye manis menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi.
- Antibakteri: IC50 0,25 mg/mL terhadap E. coli.
- Ekstraksi hijau ultrasonik dengan etanol 80%.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.