Peningkatan Ekstraksi Sekuensial Fikobiliprotein dari Arthrospira platensis Menggunakan Teknologi Hijau
Spirulina menyimpan harta karun pigmen berwarna—dan metode ekstraksi hijau baru baru saja membuatnya lebih bersih dan lebih cerdas.
Spirulina, mikroalga biru-hijau yang terkenal sebagai superfood, kaya akan fikobiliprotein—terutama C-phycocyanin, senyawa bioaktif dengan aplikasi kesehatan yang menjanjikan. Namun, mengekstrak pigmen ini selalu menjadi proses yang berantakan dan banyak pelarut. Sekarang, para peneliti telah merancang proses ekstraksi hijau dua langkah yang dimulai dengan karbon dioksida superkritis (SC-CO2) untuk menarik pigmen nonpolar seperti klorofil dan karotenoid, meninggalkan fikobiliprotein polar untuk ekstraksi kedua. Tim membandingkan kondisi, menemukan bahwa tekanan lebih tinggi (350 bar) dan suhu (50°C) tanpa etanol meningkatkan pemulihan pigmen nonpolar. Kemudian, menggunakan buffer fosfat sederhana tanpa etanol, mereka berhasil mengekstrak fikobiliprotein dari residu yang tersisa, menghasilkan C-phycocyanin dengan kemurnian 0,7—memenuhi standar food grade. Metode berkelanjutan ini tidak hanya mempertahankan sifat antioksidan tetapi juga menawarkan cetak biru yang dapat diskalakan untuk ekstraksi pigmen dari mikroalga, membawa kita lebih dekat ke nutraceutical ramah lingkungan.
Poin Kunci
- Ekstraksi CO2 superkritis meningkatkan pemulihan pigmen nonpolar
- Buffer tanpa etanol menghasilkan fikobiliprotein dari residu SFE
- C-phycocyanin dimurnikan hingga kemurnian 0,7 food grade
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.