Penerapan Ekstraksi Air Subkritis dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami untuk Ekstraksi Berkelanjutan Senyawa Fenolik dari Produk Samping Pembuatan Anggur
Apa yang terjadi ketika Anda menggabungkan air bertekanan dan pelarut hijau ramah lingkungan untuk menyelamatkan harta berharga dari limbah pabrik anggur? Para peneliti telah menemukan cara berkelanjutan untuk memeras kekayaan tersembunyi dari ampas anggur.
Pembuatan anggur menyisakan produk sampingan dalam jumlah besar, namun sisa-sisa ini sebenarnya kaya akan senyawa fenolik berharga yang menunggu untuk diselamatkan. Untuk menangkapnya secara berkelanjutan, para peneliti menguji metode baru yang menggabungkan ekstraksi air subkritis dengan pelarut ramah lingkungan baru yang dikenal sebagai pelarut eutektik dalam alami (NADES). Setelah menyaring berbagai pilihan, campuran yang mengandung kolin klorida dan urea, yang disebut ChClU, muncul sebagai kandidat utama. Karena NADES murni sangat kental di bawah tekanan, para peneliti dengan cerdik menggunakan ChClU sebagai pengubah pelarut sebesar 30 persen daripada cairan tunggal. Kontrol suhu terbukti sangat penting. Operasi pada suhu tepat 100 derajat Celsius memaksimalkan pemulihan fenolik sekaligus menghindari degradasi termal dan senyawa Maillard yang tidak diinginkan yang terbentuk pada panas yang lebih tinggi. Dibandingkan dengan penggunaan air subkritis saja, penambahan 30 persen penguat NADES ini secara signifikan meningkatkan jumlah total fenolik yang diekstraksi. Khususnya, pemulihan senyawa terkait kesehatan seperti katekin dan epikatekin melonjak masing-masing sebesar 45,05 dan 47,98 persen. Pendekatan perintis ini menetapkan cetak biru yang kuat, sangat efisien, dan benar-benar ramah lingkungan untuk mengubah limbah pabrik anggur menjadi sumber daya yang berharga.
Poin Kunci
- Menggabungkan air subkritis dengan pengubah NADES ChClU 30%
- Suhu ekstraksi optimum ditetapkan pada 100 derajat Celsius
- Ekstraksi katekin dan epikatekin meningkat lebih dari 45%
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.