Studi Metabolomik & Kemometrik Berbasis HPLC-MS pada Biji Cassia absus yang Diekstraksi melalui Teknologi Ekstraksi Hijau

Kaur P. · Phytomedicine Plus · 2024 · 2 sitasi

Bagaimana jika cara paling hijau untuk mengekstrak senyawa penyembuh dari tanaman juga ternyata yang paling ampuh? Penelitian baru pada biji Cassia absus mengisyaratkan hal tersebut.

Selama berabad-abad, biji Cassia absus, anggota keluarga Fabaceae, telah menjadi andalan pengobatan tradisional India. Sekarang, para ilmuwan memberikan obat kuno ini peningkatan abad ke-21, mengganti pelarut organik keras dengan pelarut eutektik dalam (DES) yang ramah lingkungan. 'Ekstraksi hijau' ini tidak hanya lebih ramah planet—tampaknya juga lebih efektif.

Studi ini membandingkan empat ekstrak berbasis DES yang berbeda (CAA, CAB, CAC, CAD) dengan ekstrak metanol tradisional. Menggunakan metabolomik dan kemometrik berbasis HPLC-MS, mereka menemukan bahwa semua ekstrak hijau diperkaya dengan senyawa fenolik. Ini bukan sekadar keingintahuan kimia; ekstrak hijau ini juga mengungguli ekstrak metanol dalam serangkaian uji biologis.

Tim menguji aktivitas antioksidan menggunakan lima metode in-vitro yang berbeda, termasuk uji DPPH dan peroksidasi lipid. Mereka juga menyaring efek antimikroba dan penghambat tirosinase. Dalam setiap pengujian, ekstrak hijau tampil lebih unggul. Analisis lanjutan dengan Metaboanalyst 5.0 mengungkapkan disregulasi senyawa fenolik utama, dengan heatmap dan plot PCA yang menunjukkan pemisahan jelas antara kelompok ekstrak yang berbeda, menyoroti profil fitokimia unik dari setiap pelarut hijau.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.