Perilaku Ekstraksi dengan Fixed Bed Tekanan Tinggi dan Rendah untuk Memperoleh Senyawa Fenolik dari Kulit Barbatimão (Stryphnodendron adstringens)
Bagaimana jika rahasia produksi pangan berkelanjutan terletak pada kulit dan biji yang kita buang? Studi ini mengubah limbah tomat, basil, dan paprika merah menjadi tambang emas senyawa bioaktif.
Setiap tahun, industri makanan membuang gunungan kulit, biji, dan batang—padahal sisa-sisa ini kaya akan polifenol dan serat pangan. Penelitian ini menyelami harta karun tersembunyi itu, menggunakan metode ekstraksi hijau untuk menarik senyawa bioaktif berharga dari limbah basil, tomat, dan paprika merah.
Tim menguji baik skala laboratorium maupun ekstraktor industri Timatic®, menggunakan air dan larutan etanol pada berbagai suhu. Mereka menemukan bahwa peningkatan skala dari lab ke mesin berjalan mulus, dan kandungan fenolik dalam ekstrak kering berkisar 8,0–11,2 mg/g untuk tomat dan paprika, melonjak hingga 240 mg/g untuk basil. Hasil polisakarida mencapai 6,0% untuk tomat dan 10,4% untuk paprika merah.
Selain fenolik, studi ini mengkarakterisasi polisakarida tomat dan paprika menggunakan teknik canggih seperti 1H-NMR dan DLS, mengungkap derajat metilasi, asilasi, dan volume hidrodinamiknya. Data baru ini dapat membuka jalan untuk aplikasi masa depan di bidang pangan, kosmetik, atau farmasi.
Intinya, karya ini menunjukkan bahwa limbah bukanlah sampah—melainkan sumber daya yang menunggu untuk dimanfaatkan, dengan ekstraktor Timatic® dan air terbukti menjadi kombinasi yang kuat dan ramah lingkungan.
Poin Kunci
- Ekstraksi hijau dari limbah basil, tomat, dan paprika
- Kandungan fenolik hingga 240 mg/g pada ekstrak basil
- Hasil polisakarida 6,0% dan 10,4% untuk tomat dan paprika
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.