METODE HIJAU UNTUK EKSTRAKSI INULIN DAN ANTIOKSIDAN DARI AKAR CARLINA ACANTHIFOLIA L. – STUDI KOMPARATIF
Bagaimana jika akar yang sederhana dan terabaikan bisa membuka harta karun prebiotik dan antioksidan—hanya dengan air dan gelombang suara?
Dalam upaya mencapai kimia yang lebih hijau, para ilmuwan mulai beralih pada tanaman yang selama ini kurang dihargai. Carlina acanthifolia L., yang dikenal memiliki sifat antimikroba dan antiinflamasi, kini terungkap sebagai sumber inulin dan senyawa fenolik yang menjanjikan. Namun, hingga saat ini, fruktan tipe inulin di dalamnya masih menjadi misteri.
Studi ini membandingkan dua metode ekstraksi hijau: ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) dan ekstraksi cairan bertekanan (PLE), menggunakan air dan etanol 70% sebagai pelarut. Hasilnya mengejutkan. Total fruktan mencapai 12,6 g per 100 g akar kering, dengan inulin ditemukan dalam ekstrak air—hingga 6,82 g/100 g—terutama saat ultrasonik diterapkan. Kandungan fenolik total mencapai 15,25 mg GAE/g, dan aktivitas antioksidan berkisar antara 5,99 hingga 205,83 μM TE/g.
Mengapa air dan ultrasonik bekerja begitu baik? Pahlawannya kemungkinan adalah kavitasi—pembentukan dan pecahnya gelembung secara cepat yang merusak dinding sel dan melepaskan senyawa bioaktif. Penelitian terperinci pertama tentang akar Carlina acanthifolia ini tidak hanya memperkaya pengetahuan kita, tetapi juga menyoroti kekuatan metode ekstraksi ramah lingkungan.
Poin Kunci
- Air + ultrasonik mengekstrak inulin terbanyak (6,82 g/100g).
- Total fruktan mencapai 12,6 g/100 g berat kering.
- Aktivitas antioksidan hingga 205,83 μM TE/g.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.