Teknik ekstraksi hijau untuk memperoleh senyawa bioaktif dari kulit jeruk mandarin (Citrus unshiu var. Kuno): Analisis fitokimia dan optimasi proses

Šafranko S. · Foods · 2021 · 87 sitasi

Apa yang terjadi ketika kita mengubah limbah buah jeruk menjadi harta karun berupa senyawa berharga dengan menggunakan teknologi hijau? Para ilmuwan sedang mengungkap kekayaan kimia tersembunyi dari limbah kulit jeruk mandarin.

Setiap tahun, pengolahan jeruk menyisakan gunungan limbah. Namun, teknik ekstraksi hijau yang inovatif dapat mengubah masalah ini menjadi sebuah peluang. Para peneliti baru-baru ini menyelidiki cara memanfaatkan dan memberi nilai tambah pada kulit jeruk mandarin secara efisien menggunakan pendekatan cerdas multi-tahap.

Pertama, ekstraksi karbon dioksida superkritis menangkap senyawa volatil pada berbagai tekanan yang berbeda. Kromatografi gas-spektrometri massa mengungkapkan bahwa limonena berkuasa sebagai komponen volatil dominan, melonjak dari 13,16% pada 100 bar hingga mencapai 30,65% pada 300 bar.

Berikutnya, sisa kulit jeruk menjalani ekstraksi air subkritis pada rentang suhu yang luas, dengan memvariasikan rasio pelarut dan durasi waktu yang singkat untuk mengekstrak bioflavonoid berharga. Kromatografi cair kinerja tinggi mengidentifikasi hesperidin sebagai flavanon yang paling melimpah, di samping polifenol lain serta produk sampingan degradasi termal seperti asam klorogenat dan 5-hidroksimetilfurfural pada suhu yang lebih tinggi. Pada akhirnya, metode spektrofotometri mengukur total kandungan fenolik dan aktivitas antiradikal, sementara metodologi permukaan respons berhasil mengoptimalkan seluruh proses hijau tersebut.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.