Ekstraksi Hijau Antibiotik Berbasis Puromisin dari Streptomyces albofaciens (MS38) untuk Aplikasi Biofarmasi Berkelanjutan
Jauh di dalam mikroba tanah, sebuah rahasia kimia berpotensi mengalahkan bakteri dan jamur yang resistan terhadap obat. Kini, para ilmuwan berhasil mengeluarkannya dengan cara yang lebih ramah lingkungan.
Dalam upaya mencari antibiotik baru, para peneliti beralih pada galur baru Streptomyces albofaciens yang dijuluki MS38. Bakteri penghuni tanah ini menghasilkan senyawa yang ampuh melawan berbagai patogen. Tim tersebut mengisolasi galur ini, mengidentifikasinya melalui teknik canggih seperti sekuensing 16S dan MALDI-TOF MS, lalu mulai mengekstraksi senjata rahasianya.
Dengan metode ekstraksi hijau menggunakan n-butanol, mereka memurnikan senyawa tersebut melalui kromatografi kolom silika dan HPLC. Analisis struktur dengan UV, IR, NMR, dan spektrometri massa mengungkap molekul kompleks dengan gugus fungsi yang menunjukkan potensi antimikroba.
Saat diuji, senyawa ini menunjukkan aktivitas kuat melawan bakteri Gram-positif seperti Staphylococcus, bakteri Gram-negatif seperti Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli, serta jamur seperti Candida albicans dan Trichophyton rubrum. Aktivitas spektrum luas ini menjadikannya kandidat yang menjanjikan untuk aplikasi biofarmasi berkelanjutan.
Poin Kunci
- Streptomyces albofaciens MS38 galur baru menghasilkan senyawa antimikroba spektrum luas.
- Ekstraksi hijau dengan n-butanol dan kromatografi memurnikan agen aktif.
- Senyawa melawan bakteri Gram-positif, Gram-negatif, dan jamur.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.