Ekstraksi Hijau Senyawa Fenolik dari Limbah Stroberi Berbasis Pelarut Eutektik Dalam Alami

Oliva E. · International Journal of Food Science and Technology · 2024 · 18 sitasi

Bagaimana jika rahasia kimia hijau terletak pada limbah stroberi? Penelitian baru menunjukkan bahwa pelarut eutektik dalam alami dapat membuka antioksidan berharga dari sisa pertanian ini—tanpa merusak planet.

Limbah stroberi, yang sering dibuang sebagai sampah, sebenarnya adalah harta karun senyawa fenolik—antioksidan alami dengan potensi manfaat kesehatan. Namun mengekstraksinya biasanya memerlukan pelarut organik keras yang merusak lingkungan. Masuki NaDES, atau Pelarut Eutektik Dalam Alami, alternatif hijau yang ramah lingkungan dan sangat efektif.

Dalam penelitian terbaru, para ilmuwan membandingkan pelarut tradisional dengan berbagai kombinasi NaDES untuk menarik senyawa fenolik dari residu stroberi. Setelah mengoptimalkan kondisi, mereka menemukan formula terbaik: kolin klorida yang dikombinasikan dengan asam laktat dalam rasio 1:5, dengan 30% air. Campuran ini mengungguli pelarut konvensional, menghasilkan jumlah senyawa kunci yang mengesankan—isokersetin membentuk sekitar 43% dari total polifenol, diikuti oleh hesperidin sebesar 26% dan katekin sebesar 11%.

Menggunakan HPLC–MS/MS, tim mengidentifikasi dan mengukur senyawa-senyawa ini dengan presisi. Metode ini juga dievaluasi dengan kalkulator Analytical GREEness, menunjukkan bahwa NaDES dapat menandingi kinerja ekstraksi tradisional sambil mengurangi dampak lingkungan secara drastis. Pendekatan ini selaras sempurna dengan prinsip kimia hijau dan ekonomi sirkular, mengubah limbah menjadi nilai tanpa kompromi.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.