Ekstraksi Hijau Minyak dari Biji Carum carvi Menggunakan Pelarut Berbasis Bio dan Fluida Superkritis: Evaluasi Aktivitas Antioksidan dan Anti-inflamasinya
Bagaimana jika rahasia minyak yang lebih sehat tersembunyi dalam biji yang sederhana, diekstraksi hanya dengan alat-alat alam? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pelarut hijau dapat membuka minyak dari biji jintan dengan manfaat kesehatan yang kuat.
Biji jintan telah lama menjadi bahan dapur, tetapi minyaknya adalah harta karun senyawa bioaktif. Para ilmuwan kini beralih dari pelarut berbasis minyak bumi ke alternatif yang lebih hijau. Dalam studi terbaru, peneliti membandingkan dua metode ramah lingkungan—CO2 superkritis dengan etanol dan pelarut berbasis bio yang disebut 2-metiltetrahidrofuran (MeTHF)—dengan sistem konvensional heksana dan Folch.
Luar biasa, ekstraksi MeTHF menghasilkan lebih banyak minyak daripada heksana, tanpa mengorbankan kualitas. Profil asam lemak hampir identik, dengan asam petroselinat mendominasi pada 39–43%, diikuti asam linoleat (29–31%) dan oleat (19–21%). Ekstrak hijau bahkan lebih kaya: mengandung sterol (5,4–7,3 mg/g minyak) dan polifenol (7,6–9,3 mg GAE/g minyak), yang berkorelasi dengan peningkatan aktivitas antioksidan.
Kedua minyak hijau juga menunjukkan efek anti-inflamasi yang mengesankan, menghambat produksi oksida nitrat pada makrofag dengan nilai IC50 masing-masing 28 dan 24 μg/mL. Hasil ini menunjukkan bahwa pelarut hijau bukan hanya ramah lingkungan—mungkin lebih unggul untuk memulihkan minyak yang meningkatkan kesehatan dari biji jintan.
Poin Kunci
- MeTHF menghasilkan lebih banyak minyak daripada heksana
- Minyak hijau kaya sterol dan polifenol
- Anti-inflamasi IC50: 28 dan 24 μg/mL
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.