Ekstraksi Hijau Propolis Yunani Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) dan Inkorporasi Ekstrak-NADES dalam Formulasi Kosmetik

Tzani A. · Sustainable Chemistry · 2023 · 34 sitasi

Bagaimana jika kunci kosmetik yang lebih ramah lingkungan terletak pada resin alami yang dikumpulkan lebah? Propolis Yunani, diekstrak dengan pelarut ramah lingkungan, baru saja membuktikan bahwa ia dapat memberi kekuatan antioksidan pada krim—tanpa bahan kimia keras.

Propolis, resin buatan lebah, adalah harta karun senyawa bioaktif, tetapi ekstraksi tradisional sering bergantung pada pelarut organik yang tidak ramah lingkungan. Studi ini membalik keadaan: menggabungkan ekstraksi berbantuan ultrasonik dengan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES)—kelas cairan ramah lingkungan yang terbuat dari bahan alami seperti asam amino dan asam organik. Tujuannya? Cara yang lebih bersih dan cerdas untuk membuka potensi propolis untuk kosmetik.

Lima NADES diuji, dan satu menonjol: L-prolin/D,L-asam laktat. Pelarut ini menghasilkan ekstrak dengan total kandungan fenolik tertinggi dan aktivitas antioksidan yang jauh lebih kuat dibandingkan yang lain. Tim kemudian mengoptimalkan ekstraksi menggunakan Desain Eksperimental, menyesuaikan waktu, rasio propolis terhadap pelarut, dan kadar air untuk mendapatkan hasil terbaik.

Dibandingkan dengan ekstrak hidroetanolik konvensional, ekstrak-NADES setara atau bahkan lebih unggul dalam fitokimia penting seperti apigenin dan naringenin, seperti ditunjukkan oleh analisis LC/MS/MS. Kelemahan umum—bahwa NADES menyulitkan isolasi ekstrak kering—ternyata menjadi keuntungan, bukan kekurangan. NADES itu sendiri menambah nilai, dan ekstrak optimal berhasil diinkorporasikan ke dalam krim kosmetik, dengan aktivitas antioksidan dan sifat organoleptiknya dikonfirmasi.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.