Ekstraksi Hijau Minyak Atsiri dari Resin Pistacia lentiscus: Enkapsulasi ke dalam Niosom Menunjukkan Efek Sitotoksik dan Apoptosis Preferensial yang Lebih Baik terhadap Sel Kanker Payudara dan Ovarium

Fahmy S.A. · Journal of Drug Delivery Science and Technology · 2023 · 44 sitasi

Bagaimana jika resin pohon berusia berabad-abad bisa diubah menjadi senjata yang ditargetkan melawan kanker? Para ilmuwan telah menemukan cara untuk membungkus minyak atsirinya dalam gelembung kecil, meningkatkan kekuatannya melawan sel kanker payudara dan ovarium.

Resin Pistacia lentiscus, yang dikenal sebagai permen karet Chios mastic, telah dihargai selama berabad-abad. Sekarang, minyak atsirinya menunjukkan harapan dalam melawan kanker. Namun, minyak ini mudah menguap, hidrofobik, dan sulit diserap—sifat-sifat yang membatasi potensi terapeutiknya.

Untuk mengatasi ini, para peneliti menggunakan metode ekstraksi hijau yang disebut hidrodistilasi untuk mendapatkan minyak. Mereka kemudian mengenkapsulasinya ke dalam niosom, vesikel bulat kecil, menggunakan teknik hidrasi film tipis. Nanopartikel yang dihasilkan berukuran sekitar 112 nm, dengan efisiensi penjebakan tinggi 93,4%, dan melepaskan minyak secara perlahan selama 72 jam.

Dalam uji laboratorium, niosom bermuatan minyak ini menunjukkan stabilitas yang lebih baik dan efek sitotoksik serta apoptosis yang ditingkatkan terhadap sel kanker payudara dan ovarium. Formulasi ini mengungguli minyak bebas, menunjukkan bahwa enkapsulasi adalah kunci untuk membuka potensi antikanker resin.

Studi ini menyoroti pendekatan alami yang terinspirasi untuk terapi kanker, di mana pengobatan tradisional bertemu dengan nanoteknologi modern.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.