Ekstraksi Hijau Senyawa Bioaktif dari Ampas Tomat Menggunakan Etil Ester Asam Lemak dari Minyak Biji Krabok
Bagaimana jika rahasia ekstraksi antioksidan kuat tomat yang lebih hijau dan sehat terletak pada minyak biji tropis? Studi ini mengubah limbah makanan menjadi harta karun menggunakan pelarut non-beracun.
Ampas tomat, sisa dari pengolahan makanan, kaya akan karotenoid seperti likopen dan β-karoten—antioksidan yang melawan kerusakan sel. Tetapi mengekstraknya biasanya memerlukan pelarut beracun. Sekarang, para ilmuwan beralih pada pahlawan yang tidak terduga: etil ester asam lemak (FAEE) yang berasal dari minyak biji Krabok.
Dalam studi ini, mereka membandingkan FAEE dengan heksana, pelarut berbasis minyak bumi yang umum, menggunakan dua metode ekstraksi: maserasi konvensional dan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE). Hasilnya mengejutkan. UAE terbukti lebih efisien daripada maserasi, dan heksana mengekstrak lebih banyak likopen (67,97–75,33 mg/100 g berat kering) dan β-karoten (10,51–11,50 mg/100 g) karena viskositasnya yang lebih rendah. FAEE menghasilkan jumlah yang sedikit lebih rendah, tetapi ekstraknya menunjukkan aktivitas antioksidan yang unggul, dengan inhibisi DPPH mencapai 92,05%.
Yang lebih mengesankan, karotenoid yang diekstrak dengan FAEE jauh lebih stabil. Setelah 56 hari, mereka mempertahankan hingga 90% likopen dan 85% β-karoten, sementara senyawa yang diekstrak dengan heksana terdegradasi dengan cepat. Ini menunjukkan bahwa FAEE tidak hanya menghindari toksisitas tetapi juga melindungi molekul berharga.
Pelarut ramah lingkungan ini dapat mengubah cara kita memulihkan senyawa bioaktif dari limbah makanan, menawarkan jalur berkelanjutan untuk industri makanan dan kosmetik. Masa depan ekstraksi mungkin hijau—dan dimulai dari sebuah biji.
Poin Kunci
- FAEE dari minyak biji Krabok adalah pelarut ekstraksi non-beracun.
- Ekstrak FAEE menunjukkan inhibisi DPPH hingga 92,05%.
- FAEE mempertahankan 90% likopen, 85% β-karoten setelah 56 hari.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.