Ekstraksi Hijau Senyawa Bioaktif dari Kulit Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) dan Evaluasi Perbandingan Antioksidan Secara In Vitro dan Model Biologis

Alanis A.F. · Food and Bioprocess Technology · 2026 · 1 sitasi

Bagaimana jika rahasia antioksidan kuat tersembunyi di kulit ubi jalar oranye? Teknologi hijau baru mengungkapnya—tanpa limbah kimia biasa.

Kulit ubi jalar oranye, yang sering dibuang, adalah tambang emas antioksidan fenolik. Namun mengekstraksinya secara berkelanjutan adalah tantangan. Kini, para ilmuwan membandingkan dua teknik hijau—medan listrik berdenyut (PEF) dan ekstraksi cairan bertekanan (PLE)—dengan metode maserasi konvensional. Hasilnya mengejutkan: ekstrak PEF-air melipatgandakan nilai FRAP (1,79 vs 0,54 µM Trolox/g), sementara PLE-etanol melonjak hingga 6,30 µM/g pada ABTS dan 16.782,8 µM/g pada ORAC. Lebih baik lagi, uji kimia ini selaras sempurna dengan model biologis berbasis ragi (Saccharomyces cerevisiae). Di bawah stres oksidatif dari hidrogen peroksida, ekstrak melindungi sel ragi—ekstrak etanol bekerja pada konsentrasi lebih rendah (1 dan 10 mg GAE/mL) daripada PEF-air (10 dan 20 mg GAE/mL). Keselarasan antara uji in vitro dan seluler ini berarti kita bisa mempercayai uji kimia yang lebih cepat dan murah. Dan karena metode hijau ini menggunakan lebih sedikit pelarut dan energi, metode ini juga lebih ramah lingkungan. Kesimpulannya: kulit ubi jalar bukan limbah—ini adalah sumber antioksidan berkelanjutan untuk produk pangan dan farmasi masa depan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.