EKSTRAKSI HIJAU DAUN Avicennia marina DENGAN PELARUT EUTEKTIK DEEP ALAMI: PROFIL FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DOCKING MOLEKULER DAN ANALISIS ADMET
Bagaimana jika rahasia antibiotik alami yang kuat tersembunyi di daun mangrove, terbuka oleh pelarut yang sehijau tanaman itu sendiri? Sebuah studi baru mengungkap hal tersebut.
Mangrove adalah penyintas tangguh, tetapi daunnya mungkin menyimpan lebih dari sekadar toleransi garam. Para peneliti beralih ke Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES)—alternatif ramah lingkungan untuk bahan kimia keras—untuk mengekstrak senyawa bioaktif dari daun muda dan tua Avicennia marina. Menggunakan campuran asam sitrat dan glukosa dengan rasio molar yang berbeda, mereka menguji ekstrak tersebut terhadap dua bakteri terkenal: Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Hasil terbaik datang dari rasio 4:1 asam sitrat terhadap glukosa. Daun tua menghasilkan zona hambat 27,47 mm terhadap S. aureus dan 37,73 mm terhadap E. coli, sedangkan daun muda menunjukkan 28,69 mm dan 30,99 mm, masing-masing. Ini adalah angka yang mengesankan dalam dunia pengujian antibakteri.
Untuk memahami apa yang membuat ekstrak ini begitu kuat, tim menggunakan kromatografi cair-spektrometri massa dan mengidentifikasi enam senyawa fitokimia. Kemudian, docking in silico terhadap enzim peptide deformylase (ID 6JFQ) mengungkapkan bahwa diosmetin 7-O-β-D-glucuronide memiliki afinitas ikatan terkuat pada -9,4 kkal/mol, menunjukkan bahwa senyawa ini mungkin menjadi pemain kunci dalam aksi antibakteri.
Meskipun temuannya menjanjikan, para peneliti mencatat bahwa pemurnian masih diperlukan untuk mengisolasi senyawa murni dari ekstrak kasar. Pendekatan hijau ini dapat membuka jalan bagi pengembangan antibiotik yang berkelanjutan.
Poin Kunci
- NADES dengan asam sitrat dan glukosa (4:1) memberikan aktivitas antibakteri terbaik.
- Daun tua menghambat S. aureus (27,47 mm) dan E. coli (37,73 mm).
- Diosmetin 7-O-β-D-glucuronide menunjukkan afinitas docking terkuat (-9,4 kkal/mol).
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.