Ekstraksi Hijau Flavonoid Kaya Antioksidan dari Fagonia cretica Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam

Khan J. · Molecules · 2025 · 18 sitasi

Bagaimana jika rahasia ekstraksi antioksidan yang lebih hijau dan lebih kuat tersembunyi dalam campuran sederhana betain dan asam asetat? Studi ini menemukan cara untuk meningkatkan hasil flavonoid dari tanaman gurun sambil tetap ramah lingkungan.

Pelarut eutektik dalam (DES) muncul sebagai pahlawan super ramah lingkungan dalam ekstraksi kimia. Dalam studi ini, para ilmuwan mengoptimalkan ekstraksi flavonoid dari Fagonia cretica, tanaman gurun yang tangguh, menggunakan enam DES yang berbeda. Bintang utamanya adalah kombinasi betain–asam asetat, berkat viskositasnya yang sangat rendah, hanya 4,98 mPa·s, yang memungkinkannya menembus jaringan tanaman dengan lebih efektif.

Tim menyempurnakan proses: rasio molar 1:4 betain terhadap asam asetat, 25% air, rasio padatan/cairan 1:60 g/mL, dan suhu lembut 50°C selama 30 menit. Dalam kondisi ini, hasil flavonoid dimaksimalkan tanpa mengorbankan bioaktivitas. Saat diuji, flavonoid yang diekstraksi dengan DES menunjukkan kemampuan pembersihan yang lebih unggul terhadap radikal DPPH dan hidroksil dibandingkan dengan yang diekstraksi dengan etanol, menunjukkan bahwa DES sebenarnya dapat meningkatkan sifat antioksidan.

Namun kisah hijau tidak berakhir di sini. DES dapat didaur ulang menggunakan karbon aktif berpori ultrakapasitor, mencapai pemulihan yang mengesankan sebesar 89,78%. Bahkan setelah enam siklus, DES yang digunakan kembali mempertahankan efisiensi ekstraksi 92%, membuktikan bahwa pendekatan ini berkelanjutan dan hemat biaya. Studi ini menempatkan ekstraksi berbasis DES sebagai alat yang kuat dan ramah lingkungan untuk mengisolasi senyawa bioaktif, menawarkan kemenangan ganda bagi kimia hijau dan produksi antioksidan berkualitas tinggi.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.