Metode ekstraksi hijau untuk senyawa aktif dari limbah makanan - Kulit biji kakao

Pavlović N. · Foods · 2020 · 59 sitasi

Bagaimana jika cokelat pagi Anda dapat membantu kimia hijau membuka senyawa berharga dari limbah yang dihasilkannya? Untuk pertama kalinya, para ilmuwan menggunakan pelarut eutektik mendalam untuk memanfaatkan kekayaan tersembunyi dari kulit biji kakao.

Kulit biji kakao yang dibuang mendapatkan peningkatan yang berkelanjutan. Para peneliti menguji enam belas pelarut eutektik mendalam berbasis kolin klorida yang berbeda untuk menemukan alat kimia utama guna mengekstraksi senyawa bioaktif dari limbah makanan ini. Perwakilan yang paling menonjol? Campuran kuat antara kolin klorida dan asam oksalat, yang membuktikan bahwa pilihan pelarut secara drastis mengubah konsentrasi harta karun yang diekstraksi.

Untuk mendorong efisiensi lebih jauh, tim memasangkan pelarut baru ini dengan ekstraksi berbantuan gelombang mikro. Hasilnya berbicara sendiri: menggabungkan pelarut eutektik mendalam dengan gelombang mikro menghasilkan jumlah teobromin dan kafein yang lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pelarut saja. Secara khusus, teobromin mencapai hingga 5,004 mg/g, sementara kafein naik hingga 1,599 mg/g di bawah daya gelombang mikro.

Menariknya, aturan yang mengatur proses ekstraksi hijau ini memiliki beberapa kejutan. Kadar air sangat menentukan keberhasilan penangkapan senyawa target, sementara waktu dan suhu ekstraksi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara statistik pada hasil—meskipun suhu memang berperan dalam membentuk aktivitas antioksidan. Pada akhirnya, pendekatan ini membuka jalan cerah bagi masa depan kimia hijau dalam memanfaatkan limbah makanan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.