Ekstraksi Hijau sebagai Strategi Mitigasi Kontaminasi Mikroplastik pada Biomassa Terkait Pangan: Fokus pada Biji Anggur
Bagaimana jika rahasia minyak goreng yang lebih aman terletak pada metode ekstraksi hijau yang juga mengatasi kontaminasi mikroplastik? Studi ini mengubah biji anggur menjadi perisai antioksidan yang kuat.
Mikroplastik ada di mana-mana, bahkan dalam makanan kita. Namun, sebuah studi baru menawarkan strategi mitigasi yang cerdas: ekstraksi hijau. Para peneliti berfokus pada biji anggur, menggunakan metode ekstraksi minyak bebas pelarut (UOE) untuk menghasilkan minyak absolut rosemary (RAO). Proses ini tidak hanya menghindari pelarut berbahaya, tetapi juga menghasilkan antioksidan kuat yang melindungi minyak goreng dari degradasi.
Kondisi UOE yang dioptimalkan—rasio padat-cair 1:10, 400 W, 25°C, 13 menit—menghasilkan RAO dengan rendemen luar biasa 19,09% dan kandungan fenolik total yang tinggi. Minyak ini kaya akan senyawa bioaktif seperti asam karnosat dan asam ursolat, menunjukkan aktivitas penangkal radikal yang kuat sebanding dengan BHT sintetis.
Ketika ditambahkan ke minyak kedelai hanya 0,1%, RAO ini secara dramatis memperpanjang masa pakai minyak goreng dari 31 jam menjadi 63 jam. Ini memperlambat akumulasi bahan polar total dan menjaga nilai asam tetap lebih rendah selama penggorengan. Kalorimetri pemindaian diferensial mengkonfirmasi peningkatan ketahanan oksidatif, dengan waktu induksi yang diperpanjang secara signifikan untuk oksidasi primer dan sekunder.
Pendekatan hijau ini tidak hanya mengatasi kontaminasi mikroplastik dalam biomassa pangan, tetapi juga menawarkan alternatif berkelanjutan dan berkinerja tinggi untuk antioksidan sintetis dalam aplikasi penggorengan suhu tinggi.
Poin Kunci
- UOE bebas pelarut menghasilkan 19,09% RAO dengan antioksidan tinggi
- RAO memperpanjang umur minyak goreng dari 31 jam menjadi 63 jam
- Ekstraksi hijau mengurangi kontaminasi mikroplastik pada biomassa
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.