Ekstraksi Hijau dan Aktivitas Biologis Ekstrak Fenolik dari Testa Kacang Mete menggunakan Kombinasi Perlakuan Enzim dan Ultrasonik

Van Thanh H. · Journal of the Science of Food and Agriculture · 2023 · 24 sitasi

Bagaimana jika rahasia untuk membuka kekuatan penyembuhan penuh dari yarrow tidak terletak pada tanaman itu sendiri, tetapi pada cara kita menyeduhnya? Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa metode ekstraksi modern dapat secara dramatis meningkatkan kandungan antioksidan dari ekstrak Achillea.

Genus Achillea, yang dikenal sebagai yarrow, telah lama dihormati karena potensi obatnya, berkat harta karun senyawa bioaktif. Tetapi untuk memanfaatkan potensi itu, Anda memerlukan metode ekstraksi yang tepat. Studi ini membandingkan teknik tradisional—infus dan maserasi—dengan teknik mutakhir: ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) dan ekstraksi air subkritis (SWE).

Pada lima spesies Achillea yang berbeda, para peneliti mengukur hasil ekstraksi, total kandungan fenolik (TPC), dan total kandungan flavonoid (TFC). Hasilnya? Teknik non-konvensional keluar sebagai pemenang, memberikan kadar senyawa penyehat yang jauh lebih tinggi.

SWE terbukti sangat kuat, meningkatkan baik hasil maupun kandungan fenolik pada semua spesies. Hasil tertinggi mencapai 48,80% pada A. asplenifolia, sementara SWE juga menghasilkan nilai TPC puncak pada A. millefolium (93,63 mg GAE/g) dan A. crithmifolia (90,12 mg GAE/g). Sementara itu, UAE unggul dalam flavonoid, dengan A. nobilis subsp. nelreichii mencatatkan nilai tertinggi pada 11,11 mg QE/g.

Kesimpulannya? Ekstraksi air subkritis muncul sebagai teknik hijau yang unggul, dan A. nobilis subsp. nelreichii menonjol sebagai kandidat yang menjanjikan untuk aplikasi obat di masa depan. Ini adalah pengingat bahwa terkadang, metode sama pentingnya dengan tanaman.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.