Minuman Fungsional Berbasis Tanaman yang Difortifikasi dengan Polifenol Kulit Hazelnut: Karakterisasi Antioksidan dan Kandungan Fenolik

Conte R. · Molecules · 2025 · 12 sitasi

Bagaimana jika kulit hazelnut yang sederhana, sering dibuang sebagai limbah, bisa menjadi bahan rahasia untuk susu nabati yang lebih sehat dan ramah lingkungan? Sebuah studi baru menunjukkan hal itu bukan hanya mungkin, tetapi juga efektif dan lezat.

Dalam upaya mencari nutrisi berkelanjutan, para ilmuwan mulai melirik apa yang biasanya kita buang. Studi ini mengambil kulit hazelnut—lapisan tipis seperti kertas—dan mengubahnya menjadi penambah antioksidan yang kuat untuk minuman nabati. Menggunakan pelarut hijau bernama NADES (campuran kolin klorida dan asam laktat), mereka berhasil mengekstraksi polifenol seperti katekin, epikatekin, dan turunan kuersetin, yang dikenal bermanfaat bagi kesehatan.

Ekstrak yang dihasilkan sangat luar biasa: kandungan fenolik total sebesar 160,88 mg GAE/g dan kapasitas antioksidan (DPPH) sebesar 5848,2 µmol TE/g. Ketika ditambahkan ke minuman berbasis hazelnut, fenolik menunjukkan bioaksesibilitas yang luar biasa—89,7% bertahan dalam simulasi pencernaan, artinya siap digunakan oleh tubuh Anda.

Tapi bagaimana dengan rasa? Minuman yang difortifikasi mendapat nilai tinggi dalam uji sensorik, dengan skor aftertaste 3,61 dari 5, mendekati susu referensi yang mencapai 3,94. Ini berarti Anda tidak perlu mengorbankan rasa demi fungsi.

Penelitian ini menawarkan solusi win-win: mengurangi limbah makanan sambil menciptakan produk bergizi dan ramah lingkungan yang disukai konsumen. Ini adalah langkah kecil bagi kulit hazelnut, tetapi lompatan besar bagi inovasi pangan berkelanjutan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.