Formulasi dan Karakterisasi Film Kitosan yang Mengandung Ekstrak Polifenol Hawthorn melalui Pelarut Eutektik Dalam Alami

Ciocirlan O. · Polymers · 2025 · 6 sitasi

Bagaimana jika kunci kemasan makanan yang lebih cerdas terletak pada buah beri sederhana dan pelarut hijau? Studi baru mengubah polifenol hawthorn menjadi film fleksibel yang kaya antioksidan.

Sampah plastik mencekik planet kita, tetapi para ilmuwan melawan dengan film biodegradable dari kitosan—polimer alami dari cangkang kerang. Keunikannya? Mereka menggunakan pelarut eutektik dalam alami (NaDES), keajaiban kimia hijau, untuk sekaligus memplastiskan film dan mengekstrak senyawa bioaktif dari hawthorn (Crataegus monogyna). Peran ganda ini membuat prosesnya efisien dan ramah lingkungan.

Di laboratorium, peneliti mencampur kitosan dengan NaDES (kolin klorida dan asam glikolat dengan rasio molar 1:3) pada konsentrasi 44 hingga 70 wt%. Formulasi 50 wt% mencapai titik optimal, menyeimbangkan kekuatan mekanik dan sifat penghalang. Ketika ekstrak hawthorn ditambahkan, film menjadi jauh lebih fleksibel—modulus Young turun dari 131 menjadi 30 MPa, dan kekuatan tarik turun dari 24 menjadi 12 MPa. Uji tegangan-regangan mengonfirmasi bahwa NaDES yang lebih banyak membuat film lebih lunak, membuktikan efek plastisisasinya.

Analisis FTIR menunjukkan ikatan hidrogen yang kuat antara kitosan dan NaDES, serta mengonfirmasi polifenol terintegrasi dengan baik. Filmnya halus, padat, dan homogen, dengan kemampuan memblokir UV yang sangat baik—terutama saat dimuat ekstrak, yang memperluas perlindungan ke sinar UVA dan cahaya tampak. Namun fitur utamanya? Aktivitas antioksidan hampir dua kali lipat, seperti diukur dengan peredaman radikal DPPH, dibandingkan film kitosan murni.

Film ini tidak hanya kuat—mereka cerdas. Dengan kombinasi fleksibilitas mekanik, penghalang cahaya, dan kekuatan antioksidan, ini adalah langkah menjanjikan menuju kemasan aktif berkelanjutan yang bisa menjaga makanan tetap segar lebih lama.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.