Optimasi Ekstraksi Senyawa Fenolik dari Rimpang Lempuyang Gajah (Z. Zerumbet): Pelarut Hijau (NADES-UAE) (Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik) dan MAE (Ekstraksi Berbantuan Microwave)

Berghuis N.T. · Science and Technology Indonesia · 2025 · 0 sitasi

Bagaimana jika kunci untuk membuka lemari obat alami terletak pada campuran sederhana gula dan garam? Untuk Lempuyang Gajah Indonesia, sentuhan kimia hijau ini terbukti menjadi pengubah permainan.

Lempuyang Gajah (Zingiber zerumbet) Indonesia telah lama menjadi andalan obat, namun potensi penuhnya masih belum banyak dieksplorasi. Metode ekstraksi tradisional, seperti maserasi, membutuhkan perendaman berhari-hari dalam pelarut organik—proses yang lambat dan boros. Kini hadir Natural Deep Eutectic Solvents (NADES), alternatif hijau abad ke-21 yang meniru kimia alami. Ketika dipadukan dengan ultrasonik (UAE) dan bantuan microwave (MAE), pelarut ini mempercepat ekstraksi sambil mengurangi dampak lingkungan.

Dalam studi ini, para ilmuwan mensintesis NADES menggunakan kolin klorida sebagai akseptor ikatan hidrogen, dikombinasikan dengan glukosa, asam laktat, atau etilen glikol pada rasio 1:1 dan 1:2. Mereka menguji maserasi, UAE, dan gabungan UAE-MAE, dengan variasi waktu ekstraksi 2 hingga 6 jam. Hasilnya mencolok: hasil flavonoid terbaik (697,24 mg QE/g ekstrak) berasal dari campuran kolin klorida:gliserol 1:2 melalui UAE-MAE, sementara kandungan fenolik tertinggi (2491,88 mg GA/g ekstrak) menggunakan rasio 1:1 dari komponen yang sama, juga dengan UAE-MAE.

Analisis FTIR mengkonfirmasi ikatan hidrogen dalam NADES, dan HPLC-DAD memvalidasi profil fenolik dan flavonoid. Pendekatan hijau ini tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga selaras dengan kimia berkelanjutan—membuktikan bahwa terkadang solusi paling sederhana adalah yang paling kuat.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.