Ekstraksi Hidroksi Safflower Kuning A dan Anhidroksisafflor Kuning B dari Bunga Safflower menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami: Optimasi, Aktivitas Biologis, dan Penambatan Molekuler

Wu C.Y. · Food Bioscience · 2025 · 5 sitasi

Bagaimana jika rahasia agrokimia yang lebih ramah lingkungan tersembunyi di limbah kapas? Para ilmuwan baru saja menggunakan pelarut eutektik dalam alami untuk mengungkapnya—dengan peningkatan hasil hingga 7 kali lipat.

Limbah kapas biasanya dibuang begitu saja. Namun studi baru menunjukkan bahwa limbah ini adalah tambang emas senyawa bioaktif—jika Anda tahu cara mengekstraknya. Triknya? Pelarut eutektik dalam alami, atau NADES, alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pelarut konvensional yang keras.

Para peneliti menguji sembilan formulasi NADES. Satu menonjol: prolin-asam sitrat (Pro-CA). Pelarut ini berhasil menarik 2,2 kali lebih banyak fenolik dan 4,8 kali lebih banyak gossypol dibandingkan etanol. Setelah optimasi, hasil gossypol melonjak hingga 7 kali lipat dari etanol. Tim juga mengisolasi 21 turunan gossypol, termasuk dua yang baru.

Uji bioaktivitas sangat mencolok. Beberapa gossypol mengungguli karbendazim terhadap empat patogen jamur. Yang lain menunjukkan aktivitas nematisida terhadap nematoda puru akar, dengan nilai LC50 serendah 16,29 mg/L. Dan terhadap hama serangga umum, mereka mengungguli azadirachtin, insektisida botani komersial.

Analisis struktur-aktivitas mengungkap alasannya: gugus kuinon dan hidroksil mendorong daya antifungi, sementara cincin lakton meningkatkan efek insektisida. Karya ini mengubah limbah kapas menjadi platform untuk agrokimia multifungsi yang berkelanjutan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.