Ekstraksi Senyawa Bioaktif dari Bunga dan/atau Daun Cannabis sativa L. Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam
Bagaimana jika kunci untuk membuka potensi medis ganja terletak bukan pada bahan kimia keras, melainkan pada pelarut hijau berbahan dasar gula? Sebuah studi baru menunjukkan bahwa pelarut eutektik dalam dapat mengungguli etanol—sambil lebih ramah lingkungan.
Ganja telah dibudidayakan selama ribuan tahun, tetapi permintaan modern akan ganja medis menuntut metode ekstraksi yang lebih cerdas. Pelarut organik tradisional, seperti etanol, memang berfungsi, tetapi membawa risiko lingkungan dan keselamatan. Masuklah pelarut eutektik dalam (DES)—kelas baru cairan hijau yang terbuat dari senyawa alami seperti gula, terpen, dan asam organik.
Dalam studi ini, para peneliti merancang DES hidrofilik dan hidrofobik, lalu mengujinya pada bunga dan daun rami. Mereka menyaring beberapa formulasi dan menemukan bahwa DES tertentu—mentol:asam laurat dengan rasio molar 2:1—mencapai efisiensi ekstraksi tertinggi untuk CBD dan CBDA, menghasilkan 11,07 ± 0,37 mg/g. Angka ini lebih tinggi daripada etanol, standar industri.
Namun hasil panen bukanlah segalanya. DES juga terbukti lebih selektif, menarik lebih sedikit pengotor seperti klorofil dan lilin. Itu berarti ekstrak yang lebih bersih, dengan lebih sedikit senyawa yang tidak diinginkan. Dan karena DES bersifat tidak beracun, dapat terurai secara hayati, dan murah, DES menawarkan alternatif berkelanjutan untuk pelarut berbahaya.
Kesimpulannya? Pelarut eutektik dalam bukan sekadar keingintahuan laboratorium kecil—mereka adalah peningkatan yang praktis dan ramah lingkungan untuk ekstraksi ganja, dengan potensi yang jauh melampaui tanaman ini saja.
Poin Kunci
- DES dengan mentol:asam laurat (2:1) mengungguli etanol untuk ekstraksi CBD/CBDA
- Hasil: 11,07 ± 0,37 mg/g, plus lebih sedikit pengotor seperti klorofil
- DES bersifat tidak beracun, dapat terurai secara hayati, murah, dan ramah lingkungan
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.