Ekstraksi Ramah Lingkungan Senyawa Bioaktif dari Mentha arvensis Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam sebagai Media Ekstraksi Hijau
Bagaimana jika kunci untuk membuka lemari obat alami tidak terletak pada bahan kimia keras, melainkan pada campuran sederhana dari dua senyawa sehari-hari?
Selama beberapa dekade, ekstraksi senyawa bioaktif dari tanaman bergantung pada pelarut organik beracun. Namun sebuah studi baru menawarkan jalur yang lebih hijau: pelarut eutektik dalam (DES) yang terbuat dari kolin klorida dan gliserol. Campuran ramah lingkungan ini digunakan untuk mengekstrak senyawa dari Mentha arvensis, sejenis mint dengan khasiat obat yang signifikan, menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE).
Hasilnya mencolok. DES mengungguli metanol air tradisional, menghasilkan jumlah ekstraksi yang jauh lebih tinggi. Secara spesifik, ekstrak mengandung 117 mg GAE/g total fenolik, 80 mg QE/g total flavonoid, dan menunjukkan inhibisi radikal DPPH sebesar 94%—sebuah ukuran kapasitas antioksidan.
Ekstrak juga menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap S. aureus, E. coli, dan strain jamur F. solani serta A. niger. Analisis LC-MS mengungkapkan komponen bioaktif utama termasuk chrysin, asam p-kumarat, naringenin, dan hesperidin, antara lain.
Studi ini menyoroti DES sebagai alternatif yang kuat dan ramah lingkungan dibandingkan pelarut konvensional, dengan ikatan hidrogen ekstensif yang meningkatkan efisiensi ekstraksi. Ini adalah langkah menuju kimia hijau berkelanjutan dalam penelitian produk alami.
Poin Kunci
- DES mengungguli metanol air dalam hasil ekstraksi.
- Kandungan fenolik, flavonoid, dan aktivitas antioksidan tinggi.
- LC-MS mengidentifikasi sembilan senyawa bioaktif utama dalam mint.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.