Meningkatkan Efisiensi Ekstraksi Fitokimia dari Artocarpus odoratissimus dan Baccaurea lanceolata Menggunakan Sistem Gliserol-Air

Rizalman N.S. · Journal of Tropical Biology and Conservation · 2026 · 0 sitasi

Bagaimana jika kulit dan biji buah—yang biasanya dibuang—menyimpan harta karun antioksidan? Sebuah studi baru menunjukkan bagaimana pelarut hijau sederhana dapat membuka potensi tersembunyi mereka.

Limbah makanan mendapatkan kehidupan kedua. Para ilmuwan mengubah kulit dan biji dari dua buah tropis liar—Artocarpus odoratissimus dan Baccaurea lanceolata—menjadi sumber antioksidan yang berharga menggunakan campuran gliserol-air. Pendekatan ramah lingkungan ini menggantikan bahan kimia keras dengan alternatif yang lebih hijau, membuat ekstraksi berkelanjutan dan efektif.

Di laboratorium, sampel dari berbagai bagian buah diperlakukan dengan ultrasonik pada suhu yang berbeda (suhu kamar, 50°C, dan 80°C) dan konsentrasi gliserol (20–80%). Tim kemudian mengukur kadar senyawa fenolik, flavonoid, dan antosianin, serta kekuatan antioksidan menggunakan uji DPPH dan FRAP. Hasilnya mencolok: ekstraksi optimal terjadi pada 50°C untuk A. odoratissimus dan 80°C untuk B. lanceolata, dengan gliserol 60% atau 80% tergantung pada bagian buah.

Angka-angka tersebut menceritakan kisah yang menarik. Total kandungan fenolik berkisar dari 6,30 hingga 175,20 mg GAE/g, sementara aktivitas antioksidan mencapai hingga 891,70 mM TE/g dalam uji FRAP. Di antara semua sampel, kulit A. odoratissimus menonjol, dengan kandungan fenolik tertinggi (154,95 mg GAE/g), flavonoid (22,46 mg QUE/g), dan kapasitas antioksidan. Biji B. lanceolata juga berkinerja sangat baik.

Penelitian ini menyoroti nilai tersembunyi dari produk samping pertanian. Dengan mengoptimalkan kondisi ekstraksi, kita dapat mengubah limbah menjadi bahan fungsional untuk makanan, kosmetik, atau farmasi—satu kulit buah pada satu waktu.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.