Peningkatan Pemulihan Fenolik dan Flavonoid dari Kemangi Vietnam Menggunakan Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik-Enzimatik dengan Pelarut Hijau
Bagaimana jika rahasia membuka apotek alam terletak pada pelarut hijau yang sederhana? Para ilmuwan telah menemukan cara untuk meningkatkan ekstraksi senyawa penyehat dari kemangi Vietnam menggunakan campuran yang ramah lingkungan sekaligus efektif.
Kemangi Vietnam, herba harum dari keluarga mint, telah lama dihargai dalam pengobatan tradisional. Sekarang, para peneliti telah mengembangkan cara yang lebih hijau dan efisien untuk membuka harta karun fenolik dan flavonoidnya. Dengan menggabungkan pelarut eutektik dalam alami (NADES) dengan bantuan ultrasonik dan enzimatik, mereka telah mengubah ekstraksi sederhana menjadi proses berteknologi tinggi.
Tim menguji berbagai formulasi NADES dan menemukan bahwa campuran asam laktat-kolin klorida bekerja paling baik. Melalui optimasi yang cermat, mereka menentukan kondisi ideal: rasio padat-cair 1:59 g/mL, kadar air 12%, dan waktu ultrasonik singkat 6,88 menit pada suhu 43°C. Ini menghasilkan total kandungan fenolik sebesar 36,41 mg GAE/g dan kandungan flavonoid sebesar 18,74 mg QE/g—angka yang mengesankan untuk metode hijau.
Untuk memahami mekanismenya, mereka menerapkan model kinetika orde kedua dan menggunakan mikroskop elektron pemindaian serta difraksi sinar-X untuk mengamati perubahan struktural pada matriks tanaman. Hasilnya mengonfirmasi bahwa pendekatan berbasis NADES ini tidak hanya efektif tetapi juga ramah lingkungan, menawarkan jalur berkelanjutan untuk mengekstrak senyawa bioaktif dari tanaman.
Poin Kunci
- UAE-EAE berbasis NADES meningkatkan pemulihan fenolik dan flavonoid dari kemangi Vietnam.
- NADES asam laktat-kolin klorida memberikan efisiensi ekstraksi tertinggi.
- Kondisi optimal mencapai 36,41 mg GAE/g fenolik dan 18,74 mg QE/g flavonoid.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.