Peningkatan Perolehan Senyawa Bioaktif dari Buah Cagaita dan Mamacadela Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) dan Etanol: Studi Perbandingan
Lupakan pelarut biasa—buah super Brasil ini baru saja menemukan tandingannya. Studi baru menunjukkan bahwa pelarut eutektik alami dapat membuka harta karun fenolik hingga 14 kali lebih banyak dari permata tersembunyi Cerrado.
Jauh di dalam Cerrado Brasil, dua buah yang sederhana—cagaita dan mamacadela—penuh dengan senyawa bioaktif yang dapat mendukung industri makanan fungsional dan pigmen. Tetapi mengeluarkan senyawa-senyawa itu bukan perkara mudah. Para peneliti memutuskan untuk membandingkan standar lama, etanol, dengan pilihan yang lebih baru dan lebih hijau: Pelarut Eutektik Dalam Alami (NADES) yang terbuat dari kolin klorida yang dicampur dengan asam sitrat atau asam tartarat.
Hasilnya mencolok. Sementara etanol terbukti efisien dalam menarik flavonoid dan unggul dalam uji antioksidan seperti ABTS dan FRAP, pelarut eutektik justru mencuri perhatian untuk senyawa fenolik—menghasilkan 14,0 kali lebih banyak dari mamacadela dan 4,5 kali lebih banyak dari cagaita dibandingkan etanol. Dan dalam hal karotenoid, mamacadela memiliki dua kali lipat kandungan cagaita.
Di antara NADES, campuran kolin klorida:asam tartarat adalah juaranya, mengungkapkan 29 senyawa fenolik dalam mamacadela dan 27 dalam cagaita melalui spektrometri massa. Ekstrak ini bukan sekadar keingintahuan laboratorium—mereka menunjukkan potensi sebagai pigmen alami, menambah nilai pada buah-buah asli ini dan mendorong industri untuk mengeksplorasinya lebih lanjut.
Poin Kunci
- NADES mengungguli etanol untuk ekstraksi fenolik, hingga 14x.
- Mamacadela memiliki karotenoid dua kali lipat dari cagaita.
- Pelarut CC:TA mengidentifikasi 29 senyawa fenolik dalam mamacadela.
Komentar
Belum ada komentar — jadilah yang pertama.