Peningkatan Ekstraksi Senyawa Bioaktif dari Ampas Anggur Merah: Optimasi Ekstraksi Berbantuan Ultrasonik dengan Etanol dan NaDES sebagai Pelarut

Balan N. · Antioxidants · 2025 · 16 sitasi

Bagaimana jika rahasia untuk membuka harta karun tersembunyi dari ampas anggur terletak pada pelarut yang ramah lingkungan dan efektif? Sebuah studi baru membandingkan etanol dengan pelarut eutektik dalam (NaDES) dalam pertarungan berbantuan ultrasonik untuk mendapatkan polifenol.

Ampas anggur merah, produk sampingan pembuatan anggur, kaya akan senyawa bioaktif—tetapi mengekstraksinya secara efisien adalah tantangan. Para peneliti menguji dua pelarut: etanol, pilihan klasik, dan pelarut eutektik dalam (NaDES) yang terbuat dari kolin klorida, asam laktat, dan air dengan rasio molar 1:2:1. Menggunakan ekstraksi berbantuan ultrasonik, mereka mengoptimalkan kondisi dengan metodologi permukaan respons untuk memaksimalkan hasil antosianin, polifenol, flavonoid, dan aktivitas antioksidan.

Untuk etanol, titik optimalnya adalah konsentrasi 70% pada suhu 35°C selama 22,5 menit, menghasilkan nilai yang mengesankan—105,32 mg C3G/g DW untuk antosianin dan 465,81 mg GAE/100 g DW untuk polifenol. NaDES memerlukan kondisi yang lebih hangat (60°C, 60 menit) dan menghasilkan kandungan polifenol yang sedikit lebih rendah tetapi kadar flavonoid yang sebanding. Namun, etanol mengekstraksi senyawa yang lebih beragam: 12 senyawa polifenol teridentifikasi dibandingkan hanya 5 dengan NaDES.

Studi pencernaan in vitro mengungkapkan bahwa polifenol sangat bioaccessible di lingkungan lambung tetapi turun drastis dalam cairan usus. Ini menunjukkan bahwa meskipun NaDES menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan, etanol tetap unggul untuk pemulihan senyawa yang lebih luas—tetapi kedua pelarut memberikan pilihan yang berharga dan tidak beracun untuk industri.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.