Ekstraksi Efisien Flavonoid Daun Murbei Menggunakan Pelarut Eutektik Dalam dan Aktivitas Anti-Kanker

Guo Y. · Journal of Agriculture and Food Research · 2026 · 0 sitasi

Mungkinkah daun murbei yang sederhana, dengan bantuan pelarut hijau, menjadi senjata baru melawan kanker lambung? Para ilmuwan baru saja mengekstrak flavonoidnya lebih efisien dari sebelumnya.

Daun murbei bukan sekadar makanan ulat sutra. Di dalamnya terkandung flavonoid—senyawa alami dengan potensi medis yang nyata. Namun, mengekstraksinya selalu rumit. Pelarut tradisional memang efektif, tetapi tidak ramah lingkungan. Kini hadir pelarut eutektik dalam (DES): alternatif hijau yang sedang naik daun, berwujud cair namun sangat ampuh dalam ekstraksi. Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggabungkan DES dengan ultrasonikasi untuk menarik flavonoid dari daun murbei dengan efisiensi luar biasa. Campuran terbaik, kolin klorida-trietilena glikol, menghasilkan rendemen ekstraksi 22,13 mg/g—jauh lebih tinggi daripada pelarut organik konvensional. Ini lompatan besar bagi kimia berkelanjutan. Namun kisahnya tidak berhenti di ekstraksi. Tim mengidentifikasi komponen flavonoid melalui UPLC-MS dan menguji potensi anti-kankernya terhadap sel kanker lambung secara in vitro. Dengan serangkaian uji—CCK8, EDU, pembentukan koloni, dan analisis siklus sel—mereka mengonfirmasi kemampuan ekstrak dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Farmakologi jaringan kemudian mengidentifikasi dua komponen inti, Rha dan Pec, sebagai pemain kunci. Molecular docking memprediksi bagaimana komponen ini berikatan dengan protein target, dan uji laboratorium membuktikannya. Hasilnya? Metode ekstraksi hijau yang tidak hanya meningkatkan rendemen, tetapi juga mengungkap aktivitas anti-kanker yang menjanjikan. Bagi penyakit mematikan seperti kanker lambung, ini adalah perspektif baru yang penuh harapan.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.