Pengaruh Pelarut Ekstraksi Hijau terhadap Kandungan Fenolik dan Bioaktivitas Persicaria odorata (Lour.) Sojak

Vo X.T. · Egyptian Journal of Chemistry · 2023 · 3 sitasi

Bagaimana jika rahasia kimia hijau terletak pada campuran sederhana kolin dan urea? Para ilmuwan baru saja menggunakannya untuk membuka antioksidan kuat dari daun teratai—dan hasilnya luar biasa.

Dalam upaya mencari ekstraksi berkelanjutan, para peneliti beralih ke pelarut eutektik dalam (DES)—sekelompok cairan hijau yang terbuat dari bahan murah dan biodegradable. Mereka menggabungkan pelarut ini dengan metode ekstraksi berbantuan ultrasonik (UAE) untuk menarik flavonoid dari daun teratai, tanaman yang telah lama dirayakan dalam pengobatan tradisional. Setelah menyaring 34 formulasi DES yang berbeda, campuran kolin klorida dan urea dengan 40% air muncul sebagai bintangnya, menghasilkan kandungan flavonoid tertinggi dalam kondisi optimal.

Namun inovasi tidak berhenti di situ. Untuk mengisolasi flavonoid, tim menggunakan resin makropori bernama D-101, yang secara efektif memisahkan senyawa dari DES. Hebatnya, pelarut tersebut dapat didaur ulang dan digunakan kembali hingga empat kali tanpa kehilangan efisiensi—sebuah kemenangan bagi biaya dan lingkungan.

Flavonoid yang diekstraksi membuktikan nilainya dalam uji bioaktivitas. Mereka menunjukkan aktivitas antioksidan dalam lima pengujian berbeda (DPPH, ABTS, reduksi Fe³⁺, FRAP, dan pengkelat Fe²⁺), serta menunjukkan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, dengan konsentrasi hambat minimal masing-masing 1666 µg/mL dan 208 µg/mL. Analisis HPLC mengidentifikasi tiga komponen utama: astragalin, hyperoside, dan isoquercitrin.

Metode UAE-DES yang diikuti perlakuan resin ini menawarkan jalur yang kuat dan ramah lingkungan untuk mengekstraksi dan memperkaya flavonoid—tidak hanya dari daun teratai, tetapi berpotensi dari banyak produk alami lainnya. Ini adalah lampu hijau untuk kimia yang lebih hijau.

Poin Kunci

Apakah ini membantu?

Komentar

Belum ada komentar — jadilah yang pertama.

Komentar ditinjau dulu sebelum ditampilkan.